Latest Updates
PPC Iklan Blogger Indonesia
Showing posts with label RENUNGAN. Show all posts
Showing posts with label RENUNGAN. Show all posts

Ingin Hidupmu Lebih Baik? Berhenti Mengucap Kalimat-Kalimat Ini!

Ketika masih kecil, kamu merasa dunia ini begitu indah. Menghabiskan hari-harimu untuk bermain, kamu pun merasa kehidupan ini menyenangkan. Tapi, apa yang terjadi ketika kamu mulai beranjak remaja atau dewasa?

Di saat itulah, kamu mulai menyadari kehidupan yang sebenarnya. Yup, bahwa hidup ini penuh ketidakpastian. Kamu pun mulai menyadari betapa lingkungan sosial mendikte kedewasaanmu. Bagi mereka, orang bisa sukses karena pintar dan orang bisa bahagia lantaran punya banyak uang. Apa kamu harus percaya?


Kepercayaan pada hal-hal semacam itu justru akan membatasi dirimu sendiri. Alih-alih mendapatkan hidup yang lebih baik, kamu justru akan semakin terpuruk. Sama halnya ketika kamu masih sering mengucapkan kalimat-kalimat berikut ini!


1. “Aku Nggak Pintar-Pintar Amat.”

Okelah, kamu mungkin punya justifikasi tertentu ketika kamu merasa nggak cukup pintar. Setiap orang memang punya tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Itu ‘pemberian’ yang nggak bisa ditawar: kamu bisa lahir sebagai anak cerdas atau justru sebaliknya. Tapi, ‘pemberian’ itu hanya sebagian kecil dari kemampuan yang sebenarnya bisa kamu miliki lho!

Untuk menjadi seseorang yang benar-benar pintar, kamu tetap harus belajar dan berlatih. Nggak ada kisah tentang orang pintar yang sukses hanya dengan berdiam diri. Kecerdasan bawaan nggak semata-mata menentukan sukses atau tidaknya seseorang.

Kamu nggak perlu menyesal karena terlahir bukan sebagai orang yang genius. Kamu boleh kok untuk bahagia karena bisa jadi yang paling pintar di bidangmu, atau bangga karena kamu giat belajar dan berlatih.

2. “Aku Kurang Pengalaman.”

Bukan cuma kamu, hampir semua orang juga merasakan hal ini. Tapi, percaya nggak kalau banyak orang di luar sana yang nekat untuk membangun bisnisnya tanpa modal pengalaman?

Satu-satunya cara untuk mendapatkan pengalaman adalah dengan mencoba menjalaninya. Jika dalam masa percobaan itu ternyata kamu gagal, anggaplah sebagai pelajaran berharga dalam hidupmu.

Ketika kamu bisa memandang setiap masalah dengan naif, kamu mungkin bisa menyelesaikannya tanpa harus menyalahkan dirimu sendiri. Temukan apa yang kamu suka, lalu dapatkan pengalaman dengan mencobanya. Kerja keras, doa, ketekunan, serta berpikir kreatif adalah kunci keberhasilan.

3. “Semua Sudah Terlambat.”

Penulis-penulis ternama di dunia kabarnya baru berhenti menulis ketika usia mereka 60-an. Banyak pengusaha ternyata baru memulai karirnya di usia 40-an. Jadi, apa yang bisa membatasi hidupmu saat ini?

Percayalah bahwa ketika kamu berpikir sekarang ‘sudah terlambat’, kamu justru belum memulai apa-apa. Apapun itu, kamu bisa memulainya sekarang!

4. “Aku Nggak Bisa Hidup Bahagia Sampai…”

Hei! Berbahagialah dengan berhenti berpikir seperti ini. Kebahagiaan nggak boleh didasarkan pada satu benda atau satu orang saja. Dengan begitu kamu membuat dirimu nggak punya kuasa untuk mengontrol dirimu sendiri. Jangan biarkan apapun mengendalikan kebahagiaanmu, kecuali dirimu sendiri.

Pastikan bahwa setiap harinya kamu bisa bangun di pagi hari dan bersyukur atas apa yang sudah kamu miliki. Memilih bahagia berarti berhenti menuntut lebih dan memikirkan apa yang nggak kamu punya.

5. “Ini Apa Adanya Aku. Terima Aja.”
Kalimat ini mungkin yang paling sering kamu ucapkan. Coba pikirkan lagi: apa ada patokan yang pasti tentang bagaimana dirimu yang “apa adanya” itu?

Faktanya, manusia menjalani kehidupan yang demikian dinamis. Manusia bisa setiap hari berubah. Banyak hal yang bisa memengaruhinya: keluarga, lingkungan, pengalaman, pendidikan, bahkan setiap masalah yang dihadapi.

Kamu yang kemarin jelas berbeda dengan kamu yang sekarang, begitu juga dengan dirimu di masa depan. Sudah seharusnya kamu bisa selalu bertumbuh jadi manusia yang lebih baik setiap harinya. Perubahan nggak bisa selalu kamu nilai negatif.

6. “Aku Sibuk Banget.”

Banyak hal yang harus dikerjakan, tapi jangan mengeluh dengan mengatakan ini. Kalimat “aku sibuk banget” adalah bentuk pembelaan mereka yang malas berjuang untuk hidupnya sendiri.

Ketika kamu merasa benar-benar sibuk, coba tanyakan dengan jujur pada dirimu sendiri. Kamu pun akan sadar bahwa selama ini kamu masih sempat nonton TV, nongkrong, santai di tempat tidur, bahkan melamun. Jadi, apa benar kamu terlalu sibuk? Bukannya terlalu sibuk, kamu hanya mengabaikan hal-hal penting yang seharusnya segera dikerjakan.
Sumber:Hipwee.com
Orang yang hidupnya sukses dan bahagia adalah mereka yang berani keluar dari apa yang membatasi mereka. Dunia ini jauh lebih besar dan lebih indah dari yang kita bayangkan. Jika kalimat-kalimat di atas membatasi dirimu untuk berkembang, kamu tentu tau apa yang harus dilakukan. Selamat mencoba!

Makna Sebuah Pekerjaan

Makna Sebuah Pekerjaan

Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.
”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”
Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya,si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya. ”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.”
Bercampur antara jengkel dan kasihan sipemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya. “Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil.
Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana. Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung.
”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?”
Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab,
”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”
Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.
Sumber:beritaunik.net
Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangkan.

Kebaikan Ini Yang Seharusnya Kita Wariskan

Kebaikan Ini Yang Seharusnya Kita Wariskan


Sebagai makhluk tertinggi ciptaan Allah, manusia harus menjalankan tugas dan amanat kekhalifahannya di muka bumi dengan baik. Hidup tak boleh dimaknai hanya sebagai anugerah (kenikmatan), tetapi juga amanah yang menuntut tugas dan tanggung jawab.
Manusia harus bekerja keras agar mampu mewariskan kebaikan yang besar (leaving a legacy) bagi umat manusia. Kalau bisa, itu lebih besar ketimbang usia yang diberikan Tuhan kepadanya. Dalam memaknai pekerjaan yang dilakukan, manusia memiliki pemahaman yang beragam dan berbeda-beda. Sekurang-kurangnya, ada empat tingkatan dalam soal ini.
Pertama, orang yang bekerja untuk hidup (to live), bukan hidup untuk bekerja. Ia memaknai pekerjaannya sekadar mencari sesuap nasi. Motif utama pekerjaannya adalah fisik-material. Ini merupakan fenomena kebanyakan orang (‘ammat al-nas).
Kedua, orang yang bekerja untuk memperkaya perkawanan (to love). Ia memaknai pekerjaannya tak hanya mencari harta, tetapi memperbanyak pergaulan dan pertemanan. Motif utama pekerjaannya adalah relasi-sosial, silaturahim, atau komunikasi antar sesama manusia (interhuman relations).
Ketiga, orang yang bekerja untuk belajar (to learn). Ia memaknai pekerjaannya sebagai wahana mencari ilmu, menambah pengalaman, dan menguji kemampuan. Jadi, berbeda dengan kedua orang sebelumnya, motif utama kerja orang ketiga ini adalah intelektual.
Lalu, keempat, orang yang bekerja untuk berbagi kenikmatan dan mewariskan kebaikan sebesar-besarnya kepada orang lain (to leave a legacy). Ia memaknai pekerjaannya sebagai ibadah kepada Allah SWT. Motif utama pekerjaannya adalah rohani (spiritual). Firman Allah, “Dan, aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Al-Dzariyat [51]: 56).
Orang keempat inilah orang terbaik seperti ditunjuk oleh sabda Nabi SAW, “Khair-u al-nas anfa’uhum li al-nas (sebaik-baik manusia adalah orang yang paling besar mendatangkan manfaat bagi orang lain).” (HR Thabrani dari Jabir).
Menurut pengarang kitab Faydh al-Qadir, al-Manawi, manfaat itu bisa diberikan melalui ihsan, yakni kemampuan kita berbagi kebaikan kepada orang lain, baik melalui harta (bi al-mal) maupun kuasa (bi al-jah) yang kita miliki. Warisan kebaikan itu, menurut al-Manawi, bisa berupa sesuatu yang manfaatnya duniawi, seperti donasi dan bantuan material, atau bisa juga berupa sesuatu yang bernilai agama (ukhrawi), seperti ilmu, pemikiran, dan ajaran yang mencerahkan dan membawa manusia kepada kebaikan.
Malahan, menurut al-Manawi, warisan dalam wujud yang kedua ini dianggap lebih mulia dibanding yang pertama. Mengapa? Sebab, yang kedua ini mendatangkan manfaat lebih besar bagi manusia, tak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat kelak. Wallahu a’lam.
Sumber:beritaunik.net

Jangan Pernah Meremehkan Orang Lain



Pada suatu hari, seorang anak masuk ke dalam rumah makan yang sangat terkenal dan mahal. Dia masuk seorang diri dan memakai pakaian biasa saja, tidak seperti anak-anak lain yang memakai pakaian yang bagus. Anak itu duduk di salah satu kursi lalu mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pelayan.
Seorang pelayan perempuan menghampiri anak kecil itu lalu memberikan buku menu makanan. Pelayan tersebut agak heran mengapa anak kecil itu berani masuk ke dalam rumah makan yang mahal, padahal dari penampilannya, pelayan itu tidak yakin bahwa sang anak kecil mampu membayar makanan yang ada.
“Berapa harga es krim yang diberi saus strawberry dan cokelat?” tanya sang anak kecil.
Sang pelayan menjawab, “Lima puluh ribu,”
Anak kecil itu memasukkan tangan ke dalam saku celana lalu mengambil beberapa receh dan menghitungnya. Lalu dia kembali bertanya, “Kalau es krim yang tidak diberi saus strawberry dan cokelat?”
Si pelayan mengerutkan kening, “Dua puluh ribu,”
Sekali lagi anak kecil itu mengambil receh dari dalam saku celananya lalu menghitung. “Kalau aku pesan separuh es krim tanpa saus strawberry dan cokelat berapa?”
Kesal dengan kelakuan pembeli kecil itu, pelayan menjawab dengan ketus, “Sepuluh ribu!”
Sang anak lalu tersenyum, “Baiklah aku pesan itu saja, terima kasih!”
Pelayan itu mencatat pesanan lalu menyerahkan pada bagian dapur lalu kembali membawa es krim pesanan. Anak itu tampak gembira dan menikmati es krim yang hanya separuh dengan suka cita. Dia melahap es krim sampai habis. Kemudian sang pelayan kembali datang memberikan nota pembayaran.
“Semua sepuluh ribu bukan?” tanya anak itu lalu membayar es krim pesanannya dengan setumpuk uang receh. Wajah sang pelayan tampak masam karena harus menghitung ulang receh-receh itu. Lalu sang anak mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dari saku celana belakangnya, “dan ini tips untuk Anda!” ujar sang anak sambil menyerahkan selembar uang tersebut untuk si pelayan”.
Sumber:beritaunik.net
Ada kalanya kita tidak melihat apa yang melekat pada tubuh seseorang saja sebagai penilaian. Bukan hal yang bagus untuk meremehkan seseorang karena melihat penilaian dari luar, Anda tidak akan pernah tahu pada beberapa waktu yang akan datang, seseorang yang Anda remehkan bisa jadi merupakan pengantar rejeki yang tak terduga.

"Sombongmu" Tidak Akan Berarti Selama Hidupmu

"Sombongmu" Tidak Akan Berarti Selama Hidupmu


Ada seorang filsuf yang menaiki sebuah perahu kecil ke suatu tempat. Karena merasa bosan dalam perahu, kemudian dia pun mencari pelaut untuk berdiskusi.
Filsuf menanyakan kepada pelaut itu: ” Apakah Anda mengerti filosofi?”
“Tidak mengerti.” Jawab pelaut.
“Wahh, sayang sekali, Anda telah kehilangan setengah dari seluruh kehidupan Anda.

Apakah Anda mengerti matematika?” Filsuf tersebut bertanya lagi.
“Tidak mengerti juga.” Jawab pelaut tersebut.

Filsuf itu, menggelengkan kepalanya seraya berkata:
“Sayang sekali, bahkan Anda tidak mengerti akan matematika.
Berarti Anda telah kehilangan lagi setengah dari kehidupan Anda.”

Tiba-tiba ada ombak besar, membuat perahu tersebut terombang-ambing. Ada beberapa tempat telah kemasukan air,
Perahu tersebut akan tenggelam, filsuf tersebut ketakutan. Seketika, pelaut pun bertanya pada filsuf: ” Tuan, apakah Anda bisa berenang?”

Filsuf dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berkata: “Saya tidak bisa, cepat tolonglah saya.”
Pelaut menertawakannya dan berkata: “Berenang Anda tidak bisa, apa arti dari kehidupan Anda? Berarti Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda.”

Sumber:beritaunik.net
Semua orang sebenarnya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Bangga atas prestasi itu wajar saja, tetapi jangan sampai membuat diri sendiri menjadi sombong maupun angkuh akan prestasi tersebut. Ingatlah, selalu ada yang lebih pintar dari kita. Dan kita juga masih perlu belajar dari kelebihan orang lain.

Mengapa Kalender 2014 dan 1997 Sama? Ini Alasannya

Mengapa Kalender 2014 dan 1997 Sama? Ini Alasannya
Di jejaring sosial, belakangan ramai dibicarakan kemiripan antara kalender tahun 1997 dan 2014. Ambil contoh, tanggal 1 Januari pada tahun tersebut sama-sama jatuh pada hari Rabu. Sementara akhir tahun juga jatuh pada hari Rabu. Bulan Februari juga sama-sama mempunyai 28 hari.

Apa sebab kemiripan tersebut? Apakah hanya kebetulan atau memang ada latar belakang ilmiahnya, misalnya dari sisi astronomi?

Terkait hal itu, Profesor Riset Astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin memberi penjelasan.

Thomas mengungkapkan, ada siklus dalam perjalanan waktu dari tahun ke tahun yang tak disadari sehingga terdapat kesamaan antara tahun 1997 dan 2014.

"Secara umum, selalu ada kesamaan setiap 28 tahun sekali," kata Thomas..

Jadi, kata Thomas, kalender tahun 2014 sama dengan kalender tahun 1986 dan akan sama dengan kalender tahun 2042.

Angka 28 tahun sendiri berasal dari perkalian antara 4, diperoleh dari tahun kabisat yang berlangsung 4 tahun sekali dengan 7, jumlah hari dalam seminggu.

Namun, dalam kurun waktu 28 tahun tersebut, terdapat juga kemiripan antara tahun yang satu dan yang lain. "Dalam waktu 28 tahun itu, ada kemiripan menurut pola 6-11-11-6," ungkap Thomas yang menekuni sistem kalender ini.

Berdasarkan pola tersebut, kalender tahun 2014 tidak hanya sama dengan tahun 1997, tetapi juga dengan tahun 2003. Ke depan, kalender tahun 2014 juga akan sama dengan kalender tahun 2025, 2031, serta tahun 2042.

Kesamaan tidak hanya dijumpai pada kalender Masehi, tetapi juga pada kalender Hijriah atau kalender Bulan. "Kalender Hijriah mempunyai pola siklus sekitar 33 tahun," kata Thomas.

Jadi, bila Idul Fitri tahun 2013 jatuh pada tanggal 8 Agustus, maka Idul Fitri 33 tahun berikutnya, yakni tahun 2046, juga akan jatuh pada tanggal yang sama.

Dosen astronomi Institut Teknologi Bandung, Hakim L Malasan, mengatakan bahwa siklus 28 tahunan merupakan konsekuensi dari sistem penanggalan Gregorian atau Masehi.

"Tidak ada dampak apa pun secara astronomis karena ini fenomena pengulangan biasa," ungkapnya. 

Tahukah Kamu Tentang Makna Simbol Populer ini ?

Tanda hati/heart lambang cinta, tanda perdamaian, tiang merah-putih-berputar di tukang cukur (barber shop), kaki kelinci keberuntungan, semua ternyata punya makna awal berbeda dengan apa yang sekarang kita percayai.




Berikut ini adalah beberapa simbol yang sebenarnya tidak mengartikan istilah yang digambarkan di masa kini seperti yang dilansir oleh cracked.com, Selasa (03/07/2012).

1. Logo Hati

Siapa yang tidak mengerti akan simbol yang satu ini. Simbol hati menggambarkan rasa sayang dan cinta karena datang dari dalam hati. Karena itulah simbol ini juga identik dengan organ tubuh hati. Namun tahukah Anda, ada fakta lain yang membuktikan bahwa simbol hati sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menggambarkan hati ataupun rasa cinta.

  
Simbol hati digunakan untuk menggambarkan alat pengontrol kelahiran (dengan bentuk terbalik).

Jika Anda melacak kembali asal muasal simbol hati ke masa lalu, maka Anda akan menemukan simbol itu terpahat di koin bangsa Romawi kuno. Akan tetapi simbol itu bukan digambarkan sebagai hati manusia ataupun rasa cinta, melainkan kantung biji tanaman silphium, sebuah tanaman berharga yang memiliki fungsi seperti pil KB.
2. Simbol perdamaian


Simbol perdamaian yang ada saat ini tetap menjadi salah satu simbol paling populer dan banyak memberikan inspirasi kepada dunia. Selain itu, simbol ini juga lekat dengan kehidupa para hippies yang dikenal bebas dan tanpa aturan. Dengan bentuk geometris yang sederhana, kita meyakini bahwa simbol tersebut memberikan harapan, kebesaran dan keyakinan.


Merepresentasikan keputusasaan akibat program nuklir.

Sayangnya anggapan itu benar-benar berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh sang kreator, Gerland Holtom. Pakar desain grafis dari Inggris ini sebenarnya membuat gambar tersebut sebagai simbol keputusasaan. Di buat di tahun 1958, simbol ini merupakan gabungan antara dua hurup N dan D, yang memiliki kepanjangan 'Nuclear Disarmament', gerakan yang dibuat untuk menentang program senjata nuklir di dunia. Meski bisa dianggap sebagai simbol perdamaian, namun banyak orang yang lupa mengenai potret yang sebenarnya ingin diambi oleh Holtom.

Dalam pernyataannya, sang desainer ini menyebut bahwa simbol tersebut menggambarkan 'keputusasaan yang dialami manusia'. Holtom sendiri menyesal ketika gambar miliknya tersebar ke seluruh penjuru dunia dan mencoba menggantinya.


3. Simbol tiang barber shop



Simbol yang satu ini memang sangat identik dengan barber shop atau tukang cukur. Simbol dengan dua garis, warna merah dan putih, berputar mengelilingi tiang ini memang menjadi penanda bahwa Anda bisa memotong rambut Anda di sini. Tapi, pernahkah terpikir mengapa simbol tukang cukur berbentuk seperti itu, dan bukannya sepasang gunting atau sesuatu?

Tiang barber shop pertama kali muncul di jaman pertengahan. Tanda itu digunakan sebagai simbol klinik kecil untuk operasi. Di jaman itu, melakukan operasi dengan bantuan dokter dianggap sebagai sesuatu yang sangat mahal, jadi untuk masyarakat kelas menengah ke bawah, tugas operasi diserahkan kepada tukang cukur. Dengan kata lain, tukang cukur pada masa itu memiliki keahlian yang berbeda dengan tukang cukur saat ini. Selain mencukur rambut atau janggut, mereka juga dengan senang hati dibayar untuk melakukan operasi kecil seperti mencabut gigi atau menghilangkan batu empedu.

    
Di masa lalu, tukang cukur memiliki propesi lain seperti dokter.

Prosedur operasi yang umum digunakan saat itu adalah dengan metode 'bloodletting', yakni dengan menyayat bagian pergelangan tangan pasien dan membiarkan darah mengalir keluar bersama dengan penyakit yang dideritanya. Untuk mempermudah operasi ini, tangan pasien akan dibalut dengan perban. Dan hal itulah yang menjadi simbol tiang barber shop.
4. Kaki kelinci

Menurut keyakinan orang barat, kaki kelinci dianggap sebagai ajimat yang dapat memberikan keberuntungan dan kebahagiaan. Padahal, kisah dibalik kaki kelinci ini sama sekali jauh dari kata keberuntungan dan kebahagiaan.

Menurut sejarah, kaki kelinci sebenarnya diasumsikan dengan kaki penyihir. Di AS, simbol kaki kelinci kebanyakan berasal dari cerita sihir. Mereka percaya kelinci pada era itu merupakan wujud dari seorang penyihir yang sedang menyamar. Jadi memotong kaki kelinci sebenarnya diasumsikan dengan membunuh para penyihir.


Kaki kelinci diasumsikan dengan kaki penyihir yang membawa kesialan.

Referensi paling awal mengenai legenda kaki kelinci menjelaskan secara detil mengenai cara bagaimana memaksimalkan kekuatan gaib yang didapatkan dari kaki sebelum akhirnya dipotong. Sebagai contoh, Anda dianjurkan membunuh si kelinci pada hari Jum'at, lebih bagus lagi dilakukan di dalam kuburan saat hujan deras. sumber:apakabardunia.com

Ini Dia Rahasia Kehebatan Bambu Runcing

Hari Pahlawan 10 November identik dengan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan NKRI. Salah satu ikon penting dalam perang kemerdekaan adalah bambu runcing. Bagaimana asal-usul dan kehebatan senjata tradisional pejuang Indonesia ini?

Bambu runcing sebenarnya strategi standar untuk menghalau gerakan musuh. Alat ini sudah digunakan oleh pihak kolonial menghalau masuknya Jepang ke Indonesia. Diceritakan, ketika armada Jepang mendekati Pulau Jawa akhir Februari 1942, Belanda mengira akan menerjunkan pasukan payung di atas wilayah Kalijati. Maka diperluaslah ribuan bambu yang diruncingkan ujungnya untuk menyambut pasukan para Jepang.
Foto: parakanstate.blogspot
Rupanya Jepang mendarat di pantai laut dekat Eretan, langsung menuju Subang dan akhirnya mengancam Kalijati juga. Belanda pun menyerah, dan Jepang menguasai Jawa. Strategi bambu runcing yang sebelumnya dipakai oleh Belanda justru dimanfaatkan oleh pihak Jepang. Bambu runcing kemudian dijadikan alat latihan baris-berbaris para pemuda Seinendan, Keibodan, Gakutotai, Hizbullah dan lain-lain. para pemuda dengan penuh semangat mempergunakan “takeyari” ini untuk ditunjukan kepada musuh Jepang yakni sekutu, termasuk Belanda.


Apakah berarti Belanda yang menggunakan bambu runcing pertama kali, lalu diadopsi oleh Jepang dan akhirnya pejuang kita? Untuk memahami sejarahnya, kita harus mengikuti kisah berikut ini, "Bambu Runcing Parakan."

Di daerah Parakan Temanggung, Jawa Tengah, hiduplah  Kiai Subchi, seorang ulama yang sangat tawadhu dan dihormati masyarakat sekitar. Kiai Subchi tiap hari berkeliling kampung mengajar ngaji dan menjadi penyuluh pertanian. Bila ada satu persoalan, masyarakat sering mendatanginya untuk mencari solusi.

Di tahun 1941, dia mengumpulkan para santri dan pemuda desa untuk mengadakan persiapan perang.  Hadir dalam pertemuan tersebut Kiai Noer (Putera Kiai Subchi) dan lurah Masúd (Adik Kiai Subchi). Dalam pertemuan tersebut dibentuk pasukan Hizbullah-Sabilillah di bawah pimpinan Kiai Subchi sendiri.

 Pasukan yang baru dibentuk ini mengalami kendala dalam hal persenjataan. Yang ada baru pedang, golok, klewang, keris, tombak dan sebagainya. Namun senjata-senjata ini pun terbatas dimiliki warga. Sebab itu, Kiai Noer mengusulkan agar pasukan yang bari dibentuk ini dipersenjatai dengan cucukan (Bambu yang diruncingkan ujungnya). Dengan alasan bambu mudah diperoleh di mana-mana dan mudah membuatnya. Selain itu, luka yang diakibatkan oleh tusukan cucukan juga lebih parah akibatnya sehingga sulit di obati.

Usul ini akhirnya diterima secara mufakat. Hanya saja, menurut Kiai Subchi masih ada kendala, yakni bagaimana membuat rakyat bersemangat dan yakin jika hanya dengan bersenjatakan cucukan, bisa menghadapi musuh dan meraih kemenangan.

Maka Kiai Subchi pun mengumpulkan pasukan lalu memanjatkan doá agar Allaah Subhanahu WaTaála memberikan kekuatan istimewa kepada pasukan cucukan ini. Doá itu berbunyi : “Laa Tudrikhuhul Absar Wahuwa Tudhrikuhul Absar Wahuwa Latiful Kabir,” dengan tiga kali membaca sembari menahan nafas.

Peristiwa ini menimbulkan 'darah baru' atau semangat di kalangan pemuda saat itu dan yakin jika senjata baru ini memiliki keistimewaan yang dahsyat. Hal ini akhirnya menjadi satu “ritual” yang tidak dilewatkan, setiap ada pasukan baru dengan senjata cucukan, mereka pasti mendatangi Kiai Subchi untuk meminta doánya.
Foto: kidsklik.com
Setahun setelah firasat Kiai Subchi, Jepang pun datang dan pecah perang besar antara Belanda melawan Jepang. Pasukan Jepang pernah ingin menguasai Parakan, namun dihadang oleh Pasukan Bambu Runcing Kiai Subchi. Dan akhirnya Jepang pun mengurungkan niatnya ke Parakan dan meneruskan geraknya ke Wonosobo. Kabar keberhasilan pasukan cucukan Kiai Subchi menghalau pasukan Jepang ini menjadi buah bibir pasukan lainnya.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Magelang masih diduduki Jepang. Pasukan Hizbullah dari daerah Parakan dan daerah Kedu bersatu untuk mengusir Jepang dari Magelang. Dalam pertempuran tersebut  Jepang terlihat sangat ketakutan menghadapi pasukan cucukan yang di pimpin Kiai Subchi. Hal ini menaikan pamor senjata cucukan atau Bambu Runcing.

Sejak itulah, seiring naiknya pamor cucukan, maka sosok Kiai Subchi pun menjadi terkenal. Apalagi pasukannya juga berhasil memukul mundur pasukan Gurkha dari Magelang hingga ke Semarang. Para pejuang kemerdekaan pun berduyun-duyun datang ke Parakan, lengkap dengan bambu runcingnya, untuk menemui Kiai Subchi dan meminta doá nya.

Para pejuang itu datang dari Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta sampai kawasan Banyuwangi, dengan naik kereta api yang penuh sesak dengan bambu runcing. Sejak saat itu bambu runcing telah menjadi senjata Jihad Fii Sabilillah yang terkenal keampuhannya. Bambu Runcing  yang dipakai Kiai Subchi sendiri menjadi legenda. Bahkan diminta oleh Museum ABRI untuk dijadikan koleksi bersejarahnya. sumber:apakabardunia.com

Low Latent Inhibition, Penyakit Ini Dapat Membuat Anda Jenius Atau Gila

Biasanya penyakit itu merugikan atau mengancam kesehatan seseorang. Tapi ada suatu penyakit yang justru membuat orang menjadi pintar dan jenius. Penyakit apakah itu ?
Aneh kedengarannya, tapi itu kenyataan yang benar-benar terjadi pada beberapa kasus.

Pada saat tubuh bertumbuh dan berkembang, pikiran belajar untuk mengenal dan menyaring berbagai macam objek dan informasi, proses ini normal disebut dengan Latent Inhibition (LI).


Tapi dalam beberapa kasus, manusia mempunyai kepekaan berlebih terhadap berbagai kondisi lingkungan, seperti bunyi-bunyian, nomor seri telepon genggam di meja anda, atau merek dan tanggal produksi lampu di kamar anda. Proses ini disebut dengan Low Latent Inhibition (LLI).

Penyakit ini sangat bertolak belakang dengan Autis, yang mana Autis menyebabkan seseorang tidak bisa fokus, tidak bisa berkonsentrasi terhadap apa yang diterima dan didengarnya. Sedangkan Low Laten Inhibition, sebaliknya menampung semua informasi yang diterima.

Secara normal otak akan menyaring aliran konstan rangsangan yang masuk, sesuai dengan kemampuan otak, namun pada orang yang mengidap LLI, seluruh informasi yang diterima akan masuk seluruhnya ke dalam otak.


Bagi orang yang tingkat IQ nya tidak cukup, mungkin akan mengalami kegilaan dan keterbelakangan mental, karena mereka tidak bisa mengembangkan ide-ide kreatifnya, dan akhirnya menjadi frustasi dan depresi atau stress, hal ini lah yang dapat menimbulkan kegilaan atau keterbelakangan mental.

Tapi dari beberapa kasus, orang yang memiliki IQ yang cukup, hal ini justru akan membuat dirinya menjadi seorang jenius. Mungkin Albert Einstein mengidap penyakit ini ya? Ciri-ciri orang yang mengidap Low Latent Inhibition(LLI):


1. Sangat peka terhadap informasi

Melihat, mendengar dan mencium bau lebih banyak dari orang lain, dan merasa lebih melalui kontak sentuhan. Tanpa disadari pikiran memiliki sebuah asupan informasi yang lebih luas.

Setelah menghadapi segala bentuk rangsangan, pikiran secara otomatis mengeksplorasi komponen-komponennya. Jadi dapat mendapatkan informasi tentang sesuatu yang terlewatkan oleh orang normal.


2. Dapat mengetahui kebohongan seseorang

Biasanya mampu melihat kebohongan dan penipuan yang digunakan orang dalam kehidupan sehari-hari.


3. Mampu belajar dengan cepat

Ketika belajar, dapat membuat perubahan seketika. Dapat mempraktekkan pelajaran yang baru saja diserap, dan mampu membuat koneksi atau asosiasi antara 2 hal atau lebih yang biasanya pada orang normal, tampak seperti tidak berhubungan sama sekali.

Mudah memahami penjelasan. Melihat informasi latar belakang non-verbal dan ini sering memberikan gambaran yang lebih komprehensif daripada apa yang diucapkan.


4. Tidak ada suara yang berbicara dalam kepala

Berpikir secara jernih dengan pikiran sadar. Informasi tenggelam sepenuhnya dalam pikiran sadar tanpa pengaruh pikiran bawah sadar.


5.Sulit untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran

Karena pikiran sangat teliti dan mendetail tentang hal-hal yang dianggap sepele oleh orang lain, maka akan sulit untuk menjelaskannya secara verbal kepada orang lain.


6. Orang lain terlihat bodoh dan membosankan dengan penjelasannya

Akan merasa kesal dan tidak sabar bila mendengarkan penjelasan orang normal karena dalam pikiran, orang tersebut menjelaskan tentang sesuatu yang dianggap seharusnya sudah dijelaskan beberapa jam sebelumnya.

Jadi ibarat, seseorang berbicara masih sampai di poin A, sedangkan pikiran si pengidap LLI sudah mencapai poin Z.


7. Ilmu pengetahuan adalah sumber ketenangan

Dapat menemukan ketenangan dan ketenteraman dalam mempelajari berbagai hal yang berbau sains.


Tapi negatifnya, penyakit ini dapat merusak otak seseorang dan mengakibatkan keterbelakangan mental, apabila orang tersebut tidak memiliki IQ yang cukup, untuk memproses segala informasi yang dia dapatkan dari lingkungan sekitarnya.

Mengapa Burung Terbang Membentuk Formasi V

Seringkali kita melihat sekelompok burung terbang membentuk formasi unik. Salah satunya formasi 'V' yang paling umum terlihat di udara.

Sebuah studi baru-baru ini menerbitkan penelitian mereka dalam jurnal Nature yang dipimpin para peneliti dari Royal Veterinary College Inggris, mengungkap misteri aneh dalam formasi kawanan burung terbang. Banyak ilmuwan telah menyadari dan memahami bahwa burung memanfaatkan energi udara ketika terbang dalam bentuk formasi 'V'.


Ketika kawanan burung terdepan dalam formasi 'V' mengepakkan sayap, hal ini akan menciptakan pusaran udara yang membuat udara akan mendorong keatas kawan di belakangnya. Sehingga setiap burung yang berada di belakang kawanan formasi ini mendapat tumpangan gratis, menguntungkan dalam hal penggunaan energi.

Burung benar-benar mengerti bagaimana menggunakan fenomena tersebut untuk keuntungan penerbangan mereka, sehingga sejak dahulu berbagai formasi mungkin pernah kita lihat di udara tetapi tujuannya tetap sama yaitu menciptakan pusaran udara.

Mekanisme ini terlihat rumit, tetapi dalam formasi 'V' menunjukkan kesadaran luar biasa dan kemampuan burung untuk merespon rekan mereka.

Kawanan burung yang terbang dalam formasi tampaknya telah mengembangkan pentahapan dan strategi untuk mengatasi jalur gelombang dinamis atau tubulensi akibat dari mengepakkan sayap. Pada umunya sebagian besar kawanan burung membentuk formasi 'V', tetapi ada juga formasi lain yang jarang terlihat.

Dalam penelitian ini, tim ilmuwan memasang sensor pada sayap burung Ibis yang akhirnya ikut dalam formasi kawanan burung lain. Data yang diperoleh dari penerbangan kawanan burung Ibis, ilmuwan memperkirakan setidaknya setiap burung berada pada jarak satu meter dibelakang burung lain dan sekitar satu meter kesamping.

Jadi ada titik aman dalam penerbangan formasi dimana setiap burung mendapatkan ruang dua meter kubik. Dalam formasi ini juga ditemukan burung lain yang saling bertukar posisi dan mengubah pemimpin yang berada digaris terdepan.

Selain itu, manfaat tambahan formasi 'V' telah menunjukkan bahwa hewan burung mampu menghemat energi. Dari hasil penelitian tahun 2001 pada burung pelikan, diketahui denyut jantung sekawanan burung pelikan yang berada digaris belakang memiliki detak jantung lebih lambat daripada burung digaris depan.

Dari sini terlihat, ketika burung terdepan merasa letih maka posisinya akan digantikan dengan burung lain. Itu sebabnya perjalanan kawanan burung mampu bertahan selama berjam-jam menempuh jarak ratusan kilometer. sumber:apakabardunia.com

Fenomena Ombak Besar Melawan Arus Sungai, Tidal Bore.

Tidal Bore adalah merupakan fenomena alam yang langka di mana arus pasang laut menciptakan gelombang air yang bergerak di sepanjang sungai atau teluk sempit menyebabkan air mengalir melawan arus sungai.


Tidal Bore terjadi di relatif sedikit lokasi di seluruh dunia, karena agar Tidal Bore terjadi, ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi :

  1. -Sungai harus dangkal yang memiliki outlet sempit ke laut dan teluk berbentuk corong yang luas.
  2. -Teluk juga harus memiliki selisih ketinggian pasang dan surut yang besar, biasanya lebih dari 6 meter selisih antara ketinggian air saat pasang dan saat surut.

Bentuk seperti corong tidak hanya meningkatkan rentang pasang surut, tetapi juga dapat mengurangi durasi banjir pasang, turun ke titik di mana banjir muncul sebagai peningkatan mendadak dalam level air.

Pororoca di Sungai Amazon

Sementara air pasang biasanya stabil kedatangannya dalam hitungan jam, Tidal Bore kurang dapat diprediksi. Perkembangan Tidal Bore tergantung pada sejumlah faktor, termasuk angin dan kedalaman sungai yang dapat berubah antar musim.

Tidal Bore dapat terjadi setiap hari, seperti Tidal Bore di Sungai Batang di Malaysia, yang disebut Benak. Tidal Bore lainnya, seperti Pororoca, di sungai Amazon di Brasil, terjadi selama pasang musim semi.

Tidal Bore terbesar di dunia terjadi di sepanjang Sungai Qiantang di Hangzhou, Cina, di mana pasang mencapai hingga 30 kaki dan berjalan dengan kecepatan 40 kilometer per jam.

Deru gelombang pasang dapat didengar selama berjam-jam sebelum bore muncul diatas sungai, dan air sungai tetap meningkat selama beberapa jam setelah bore berlalu.

Dikenal secara lokal sebagai Silver Dragon, Tidal Bore ini terjadi selama musim semi, setiap bulan purnama, tetapi yang terkuat terjadi di musim gugur.

Selama periode ini, Festival menonton gelombang yang berjalan diatas sungai diadakan dan menarik hingga 170.000 pengunjung dan telah dirayakan selama ratusan tahun. Memang, fenomena yang disebut Silver Dragon ini adalah Tidal Bore tertua yang diketahui sejak tahun 1056 M.

Tidal Bore di sungai di sungai Ribble Lancashire 
sepanjang bagian antara pintu masuk ke Sungai Douglas dan Preston


Pororoca adalah Tidal Bore yang signifikan lainnya yang terjadi di sungai Amazon. Fenomena yang terjadi antara Februari dan Maret ini menyebabkan gelombang hingga 4 meter dan berjalan hingga 800 km ke pedalaman hulu Amazon dan sungai yang berdekatan. Namanya berasal dari bahasa Tupi asli, yang jika diterjemahkan menjadi "Gemuruh Besar".

Tidal Bore bisa sangat kejam, dan banyak tidal bore telah memiliki reputasi menyeramkan seperti tidal bore di Sungai Seine (Prancis), Sungai Petitcodiac (Canada) dan Sungai Colorado (Meksiko).

Di Cina, di sepanjang tepi Sungai Qiantang sejumlah kecelakaan tragis terjadi setiap tahun. Tidal Bore sering mempengaruhi pelayaran dan navigasi di zona Estuari (zona transisi antara lingkungan sungai dan laut), dan dapat menghancurkan satwa liar.

Tidal Bore di sungai Fergusson, New Brunswick.


Tidal Bore di Turnagain Arm, Alaska


Tidal Bore di Sungai Mersey di Hale, England



Gambar diatas menunjukkan sekelompok wisatawan China melarikan diri saat tidal bore menghantam tanggul di pinggir Sungai Qiangtang di Haining, provinsi Zhejiang, China timur pada tanggal 31 Agustus 2011. Sekitar 20 orang terluka ketika mereka tersapu air karena terlalu dekat dengan sungai saat melihat tidal bore tahunan.


Polisi dan warga berlarian saat gelombang dari Tidal Bore melewati penghalang di tepi Sungai Qiantang di Haining, Cina, pada tanggal 31 Agustus 2011.


Sebuah gelombang menghantam tanggul di sepanjang Sungai Qiantang pada tanggal 22 Agustus 2013 di Haining


Pengunjung berlarian dari tidal bore saat gelombang menghantam penghalang di tepi Sungai Qiantang, di provinsi Hangzhou Zhejiang, pada tanggal 25 Agustus 2013.


Para Peselancar menikmati Severne Bore di dekat Newnham sepanjang Sungai Severn pada tanggal 2 Maret 2010 di Gloucestershire, Inggris.


Sebuah pemandangan Severn Bore, menyapu menyusuri sungai Severn antara Stonebench dan Minsterworth, di Gloucestershire, Inggris, pada tanggal 3 September 1936. Pada saat itu gelombang mencapai ketinggian 20 meter.


Sumber:apakabardunia.com

Kata Nenek: Bagian Tubuh Sakit Pertanda Hujan. Mitoskah?

Di sebuah hari yang panas, saat saya asik menikmati es cingcau tiba-tiba nenek mengeluh, "Aduh, lutut nenek sakit semua. Pasti nanti sore hujan." Komentarnya yang tiba-tiba tersebut membuat saya geleng-geleng, nenek pasti ngelindur. Namun, sore harinya hujan benar turun. Saya pun jadi kagum, bahkan sempat berpikir jangan-jangan nenek keturunan orang sakti.


Secara tak sengaja, ketika asik ber-blog walking saya pun menemukan jawaban ilmiah. Ah, ternyata nenek saya bukan keturunan gurunya Wiro Sableng, si nenek Sito Gendeng. Buktinya dari situs tersebut begini penjelasannya.

Sebenarnya tanpa mereka ketahui, kakek atau nenek tadi mengeluhkan sakit pada persendiannya akibat tekanan udara. Tekanan udara adalah gaya atmosfer yang mendorong permukaan bumi menggunakan berat udara di atas permukaan bumi.

Ada dua jenis tekanan udara, yaitu tekanan udara tinggi dan tekanan udara rendah. Tekanan udara rendah terjadi di tempat yang ketinggian permukaannya sama, tetapi tekanan udaranya lebih rendah dibanding tekanan udara di sekitarnya. Biasanya, di pusat daerah bertekanan udara rendah, keadaan udaranya tidak stabil, awannya tebal, dan mengandung air hujan.

Pada waktu cuaca cerah, sendi-sendi tubuh kita akan mencapai keseimbangan. Namun, ketika tekanan udara menurun, kekuatan persendian melemah dan celah di antara sendi-sendi melebar. Kita yang masih muda mungkin tidak terlalu merasakan itu. Namun, orang-orang tua seperti kakek-kakek dan nenek-nenek, apalagi yang mengidap radang sendi, memiliki persendian yang lebih lemah. Ketika tekanan udara menurun, sendi-sendi mereka membengkak dan terasa sakit.

Ketika hujan turun, cuaca pun menjadi sejuk dan suhu tubuh jadi lebih dingin. Otot-otot di sekitar persendian juga menegang dan menambah rasa tidak nyaman, sehingga kakek-kakek semakin merasa sakit.

Jadi, kemampuan kakek-kakek atau nenek-nenek meramal cuaca karena tekanan udara yang mempengaruhi persendian mereka. Untuk mengurangi nyeri, pada persendian, dapat dilakukan olahraga ringan yang dapat merangsang daerah sekitar persendian. sumber:apakabardunia.com sumber:apakabardunia.com

Mengapa Ngengat Doyan Makan Pakaian?

Pernahkah kalian mendapati pakaian yang tersimpan di lemari tiba-tiba menjadi berlubang-lubang? Bisa jadi itu adalah ulah ngengat. Mengapa ngengat doyan memakan pakaian-pakaian kita? Kalau penasaran, yuk simak penjelasannya.


Ngengat yang memakan pakaian bukanlah ngengat dewasa. Ngengat pakaian (Tineola bisselliella) hanya memiliki mulut pada waktu berbentuk larva atau ulat yang biasanya hanya berlangsung dari umur dua minggu hingga satu bulan.

Mula-mula, ngengat betina akan menempatkan sejumlah telur yang telah dibuahi ke pakaian yang ia anggap tepat untuk keturunannya nanti. Pakaian seperti apakah yang ia anggap tepat? Pakaian yang terbuat dari sutra, wol, atau bahan-bahan yang mengandung keratin.

Jumlah telur yang diletakkan disana berkisar antara 50 hingga 1000 butir. Wow, banyak juga ya. Setelah telur-telur itu menetas, maka larva-larva ngengat itu akan mulai menggerogoti pakaian.


Telur ngengat sengaja diletakkan pada pakaian yang terbuat dari serat hewan, sutra, wol, kasmir, bulu, atau bahan-bahan lain yang mengandung keratin.

Keratin tersusun dari protein struktural berserat yang juga dapat ditemukan pada rambut dan kulit. Oleh karena itu, kadang-kadang ngengat juga akan memakan kulit, bulu, atau gulungan rambut manusia dan hewan.

Larva ngengat tidak menyukai kain sintetis dan katun karena kain sintetis dan katun tidak mengandung keratin. Karenanya, biasanya pakaian kita yang terbuat dari kedua bahan itu aman dari serangan ngengat, kecuali jika kedua bahan itu mengandung campuran serat hewan.

Larva ngengat pakaian berbeda dengan ngengat lain, mereka membenci sesuatu yang terang dan lebih suka bersembunyi di dalam lemari tempat mereka diam-diam menyimpan larva mereka pada pakaian yang cocok.


Tahukah kamu, bagaimana cara mengusir ngengat pakaian dari lemari kita? Tentu saja dengan memasang lampu di dalam lemari. sumber:apakabardunia.com

Asal-Usul Bedug?

Hampir di seluruh wilayah Nusantara, seruan ketika waktu sholat tiba selalu dibuka dengan suara bedug. Kemudian barulah azan berkumandang. Bahkan, suara bedug sangat populer di bulan Ramadhan. Iya, kan? Ngaku, deh.

Akhirnya, bedug pun jadi identik dengan agama islam. Pertanyaanya, sejak kapan dan bagaimana bedug hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia? Apakah seiring dengan perubahan kendaraan religius dalam sejarah, ketika kerajaan-kerajaan Hindu-Budha runtuh berganti dengan masuknya islam?




Beberapa literatur meyakini bedug tiba di bumi Nusantara seiring kedatangan Cheng Ho. Laksamana muslim Kaisar Ming itu menginginkan suara bedug di masjid-masjid, seperti halnya penggunaan alat serupa di kuil-kuil Budha di Cina.

Namun, menurut studi M. Dwi Cahyono, arkeolog dari Universitas Negeri Malang, bedug terkait dengan masa prasejarah Indonesia di mana nenek moyang kita sudah mengenal nekara dan moko, sejenis genderang dari perunggu yang dipakai dalam minta hujan. 

Kata Bedug juga sudah disinggung dalam Kidung Malat, sebuah karya sastra dari abad ke 14-16 Masehi. Dalam Kidung Malat dijelaskan bahwa bedug dibedakan antara bedug besar (teg-teg) dengan bedug ukuran biasa. Bedug pada masa itu berfungsi sebagai alat komunikasi dan penanda adanya perang, bencana alam atau hal mendesak lainnya. Dibunyikan pula untuk menandai tibanya waktu. Maka ada istilah Jawa yang mengatakan, “Wis wanci keteg.” (sudah waktu siang). Kata ”keteg” diambil dari saat teg-teg dibunyikan.

Kendati demikian, pengaruh Cina tidak lantas dikesampingkan. Ditilik dari sisi konstruksi, teknik pemasangan tali dan pasak untuk merekatkan selaput getar ke resonator pada bedug Jawa mirip dengan cara yang digunakan pada bedug di Asia Timur, seperti Jepang, Cina atau Korea. 

Bukti lain terlihat pada penampilan arca terakota yang ditemukan di situs Trowulan. Arca-arca prajurit berwajah Mongoloid itu tampak menabuh tabang-tabang, sejenis genderang yang terpengaruh budaya Timur Tengah. 


Bedug di Purworejo yang diklaim terbesar di Indonesia, bahkan dunia


Kemungkinan itulah instrumen musik yang dimainkan orang-orang Cina Muslim di ibukota Majapahit. Menariknya, tabang-tabang sebenarnya merupakan instrumen musik yang sudah ada sejak masa Hindu-Budha. Di dalamnya ada pengaruh budaya India dan Semit Islam. Namun, diperkenalkan dan dimainkan oleh masyarakat Cina Muslim.

Kesimpulannya, bedug bisa dikatakan contoh perwujudan akulturasi budaya waditra (instrumen musik membrafon) di mana secara fisiografis terjadi perpaduan antara waditra membrafon etnik Nusantara dengan wadistra sejenis dari luar, seperti India, Cina, dan Timur Tengah.



Bedug akhirnya mem-budaya
Cornelis De Houtman dalam catatan perjalanannya “D’eerste Boek” menjadi saksi atas keberadaan bedug yang sudah meluas pada abad ke-16. Ketika tiba di Banten, ia menggambarkan bahwa di setiap perempatan jalan terdapat genderang yang digantung dan dibunyikan memakai tongkat pemukul yang ditempatkan di sebelahnya. Fungsinya sebagai tanda bahaya dan penanda waktu. Kesaksian ini jelas merujuk pada bedug.

Muktamar NU ke-11 tahun 1936 di Banjarmasin kembali mengukuhkan penggunaan bedug dan kentongan, bahwa pemakaian kedua alat tersebut di masjid-masjid sangat diperlukan untuk memperbesar syiar Islam. sumber:apakabardunia.com
ad size ad size
ad size ad size
ad size ad size