Latest Updates
PPC Iklan Blogger Indonesia
Showing posts with label TIPS - TIPS. Show all posts
Showing posts with label TIPS - TIPS. Show all posts

Waspada! Tentang Cermin Biasa Dan Cermin 2 Arah

Waspada! Tentang Cermin Biasa Dan Cermin 2 Arah

Ketika kita masuk ke toilet, kamar mandi, kamar hotel, ruang ganti pakaian, dan lain-lain, seberapa besar anda yakin bahawa cermin yang tergantung di dinding dan kelihatannya seperti cermin biasa itu memang benar-benar cermin biasa, atau sebenarnya itu adalah cermin dua arah (orang di belakang cermin boleh alias bisa melihat anda, sementara anda tidak dapat melihat mereka).

Banyak tempat di mana orang memasang cermin 2 arah di dalam ruang ganti pakaian wanita, namun tidak menutup kemungkinan juga di ruang ganti lelaki. Adalah sangat sulit untuk secara jelas mengindentifikasi permukaannya hanya dengan melihatnya saja. Saatnyalah kita untuk berhati-hati.

Jadi, bagaimana kita dapat menentukan dengan pasti apakah cermin tersebut adalah cermin biasa atau cermin 2 arah?. Kalau di kantor polisi di ruang introgasi sudah dapat dipastikan cerminnya 2 arah tapi untuk di ruang milik publik kita belum tahu pasti dan sebaiknya kita berhati-hati. Public Area do this thing :

LAKUKANLAH TEST SEDERHANA (TEST KUKU JARI)


Letakkan ujung kuku anda di atas permukaan cermin. Jika ada jarak (gap) antara kuku anda dan bayangan kuku anda di cermin, maka bisa dikatakan bahwa cermin itu adalah cermin biasa (selamat).Tetapi, jika kuku anda terus menyentuh bayangan kuku anda di cermin, hati-hatilah, karena benda itu adalah cermin 2 arah ! Karena itu ingatlah selalu, setiap kali anda melihat cermin di tempat-tempat umum seperti disebutkan di atas, lakukanlah "TEST KUKU JARI". Tidak perlu membayar. Mudah dilakukan, dan ini mungkin boleh menyelamatkan anda dari "PERKOSAAN VISUAL" !

Note:
Para wanita : Silakan beri tahu teman-teman anda yang lain.
Para lelaki: Silakan beri tahu istri, anak perempuan atau teman wanita anda..
Sumber: FamilyGuide

Inilah 6 Mitos dalam Sains yang Perlu Tahu

Dunia sains selalu berkembang, kebenaran di masa lalu bisa jadi sudah kuno. Penelitian dan penemuan baru membuka jalan pada fakta yang lebih terkini. Sayangnya, tak semua informasi sains terbaru diterima orang banyak. Sehingga, seringkali ada pernyataan-pernyataan dalam sains yang ternyata tidak lagi benar.

Kebenaran usang akhirnya menjadi mitos. Nah, apa sajakah mitos-mitos populer mengenai sains? Berikut daftarnya.

1. Air dapat menghantarkan listrik
Kita percaya bahwa air dapat menghantarkan listrik. Padahal sebenarnya senyawa-senyawa yang mengotori air, seperti garam, yang melakukannya. Jadi, air yang sangat murni tidak membuat kita kena setrum.
 
Masalahnya, tidak ada air yang benar-benar murni, sehingga tetaplah berhati-hati dan jauhkan benda-benda elektronik, seperti pengering rambut, mesin cuci, dan lain sebagainya, dari air.

2. Tidak ada gravitasi di stasiun luar angkasa
Sebenarnya, masih ada gaya gravitasi di dalam stasiun luar angkasa, meskipun tentu saja lebih sedikit dibandingkan yang ada di bumi. Keadaan yang tetap yang disebabkan oleh keberadaan stasiun luar angkasa di dalam orbitlah yang membuat astronot kehilangan bobot mereka.

3. Bisa menggulung lidah atau tidak tergantung pada gen
Kedengarannya memang konyol, tapi banyak orang percaya bahwa kemampuan untuk menggulung lidah disebabkan oleh gen. Nyatanya, menurut studi di tahun 1940, anak-anak dapat mempelajari keahlian ini, dan sebelas tahun kemudian, para ilmuwan menemukan bahwa jumlah anak-anak yang mampu menggulung lidah mereka di sekolah-sekolah Jepang meningkat hingga 20% pada anak usia 6-7 dan 12 tahun.
 

4. Astronot akan meledak tanpa pakaian luar angkasa 
Astronot memang tidak bisa bertahan lama tanpa pakaian luar angkasa mereka, tapi mereka tidak akan meledak. Ruang hampa udara akan membuat darah mendidih, yang menyebabkan astronot akan kehilangan begitu banyak panas tubuh sehingga mati kedinginan. Kabar baiknya, mereka mungkin telah kehilangan kesadaran terlebih dahulu karena kurangnya oksigen.

5. Melewatkan sarapan akan membuat gemuk 
Hanya sedikit penelitian yang mencoba untuk membuktikan hal ini, dan ternyata studi itu menunjukkan bahwa melewatkan sarapan hanya memiliki sedikit bahkan hampir tidak ada dampaknya pada kenaikan berat badan.


6. Kita hanya menggunakan 10% dari otak
Kita mungkin memang hanya menggunakan sedikit bagian otak ketika sedang duduk dan tidak melakukan apapun. Namun selama 24 jam, sebenarnya kita menggunakan sebagian besar fungsi otak kita. Sumber:apakabardunia.com

Waspada Gigitan Kucing Lebih Berbahaya Dibanding Anjing

Banyak orang menganggap lucu adanya bekas gigitan kucing pada bagian tubuh mereka. Tak seperti gigitan anjing, gigitan kucing cenderung tak dianggap berbahaya. Padahal, sebuah penelitian baru menunjukkan, gigitan kucing juga bisa berbahaya, bahkan lebih berbahaya dari gigitan anjing.

Sebuah penelitian menyebutkan, kucing dapat menginjeksi bakteri lebih jauh ke dalam sendi dan jaringan tubuh, yang merupakan tempat sempurna bagi potensi berkembangnya infeksi. Tindakan cepat untuk segera melakukan pengobatan pasca gigitan kucing pun menjadi hal yang sangat dianjurkan.
 

Penelitian ini juga mengungkapkan, wanita paruh baya disarankan untuk sangat berhati-hati ketika membelai kucing, karena mereka adalah orang-orang yang paling mungkin untuk digigit.

Namun, banyak orang cenderung mengabaikan gigitan hanya karena bentuknya yang kecil, mirip dengan tusukan jarum. Padahal, para ilmuwan mengatakan bahwa gigitan tersebut begitu berbahaya. Tercatat, satu dari tiga orang yang digigit harus dirawat di rumah sakit. Dua di antaranya, memerlukan operasi dalam pengobatannya.

Dari 193 pasien dengan gigitan kucing selama lebih dari tiga tahun, 57 di antaranya harus menjalani rawat inap di rumah sakit rata-rata selama tiga hari. 38 di antara pasien pun harus dibedah untuk menghilangkan jaringan yang terinfeksi. Delapan orang terpaksa dioperasi lebih dari satu kali, dan beberapa memerlukan bedah rekonstruksi.

Peneliti juga menganalisis perkiraan rentang waktu antara gigitan kucing dan perawatan medis. Karena cenderung dianggap sepele, biasanya keluhan baru muncul 27 jam setelah tergigit.

 
Lebih berbahaya dari anjing

Berdasarkan penelitian, gigitan kucing dapat dikatakan lebih berbahaya dari anjing, sebab kucing memiliki taring tajam, yang dapat menembus lebih dalam daripada gigitan anjing. Apalagi, bakteri yang ditularkan melalui gigitan kucing adalah bakteri yang sifatnya "bandel" dan sulit dilawan dengan antibiotik.

 


Dr Brian Carlsen dari Mayo Clinik di Amerika Serikat menjelaskan, bahwa anjing memiliki karakter gigi yang sedikit lebih tumpul dibanding kucing.

"Mereka tidak menembus ke dalam dan cenderung hanya meninggalkan luka yang besar setelah menggigit. Sedangkan, gigi kucing yang tajam, bisa menembus sangat dalam," katanya.

Dia mengatakan, dokter dan korban gigitan kucing perlu mengambil tindakan dan pengobatan serius ketika tangan meradang dan bengkak. sumber:apakabardunia.com

Pahami Tingkat Isyarat Gunung Berapi Demi Keselamatan

Indonesia adalah negara yang masuk dalam kawasan The Ring of Fire, daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik.


Kita tentu sudah mengenal gunung merapi, beberapa waktu lalu Gunung Sinabung telah meletus disusul dengan Gunung Kelud dan saat ini dilansir metrotvnews.com (22/2), status Gunung Anak Krakatau berada pada level Waspada dengan radius bahaya mencapai 1,5 km dari kawah gunung.

Oleh karena itu sebagai negara yang terdapat gunung berapi sudah selayaknya kita menganal status isyarat gunung berapi di Indonesia. Berikut adalah status isyarat gunung berapi di Indonesia:


4. NORMAL

Makna 

- Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma
- Level aktivitas dasar

Tindakan 
- Pengamatan rutin
- Survei dan penyelidikan



3. WASPADA

Makna
- Ada aktivitas apa pun bentuknya
- Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal
- Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya
- Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal

Tindakan 
- Penyuluhan/sosialisasi
- Penilaian bahaya
- Pengecekan sarana
- Pelaksanaan piket terbatas



2. SIAGA

Makna 
- Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana
- Peningkatan intensif kegiatan seismik
- Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana
- Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu

Tindakan 
- Sosialisasi di wilayah terancam
- Penyiapan sarana darurat
- Koordinasi harian
- Piket penuh



1. AWAS

Makna 
- Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana
- Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap
- Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam

Tindakan 
- Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan
- Koordinasi dilakukan secara harian
- Piket penuh 

Sumber:apakabardunia.com

Tahukah Kamu Tentang Mudik?

Dari mana kata "mudik" bermula. Bagaimana asal-usulnya? Sesekali, menarik juga memahami sebuah kata yang akhirnya menjadi budaya di negeri ini. Boleh jadi, satu-satunya tradisi unik yang dilakukan hampir seluruh orang dalam satu negara, sekaligus sebagai fenomena mengagumkan di mata dunia.


Setiap ahli punya opini sendiri tentang makna kata "mudik". Kita akan lihat bersama beberapa pandangan tersebut.


Mudik dari Betawi?

Dalam pergaulan masyarakat Betawi terdapat kata "mudik" yang berlawanan dengan kata "milir". Bila mudik berarti pulang, maka milir berarti pergi.

Kata "milir" merupakan turunan dari "belilir" yang berarti: pergi ke Utara. Dulu, tempat usaha banyak berada di wilayah Utara - lihat sejarah Batavia dan Sunda Kelapa. Karena itulah kata "mudik" bermakna: Selatan.



Sehubungan dengan kata ini, pendapat lain mengungkapkan bahwa kaum urban di Sunda Kelapa sudah ada sejak abad pertengahan. Orang-orang dari luar Jawa mencari nafkah ke tempat ini, menetap dan pulang kembali ke kampungnya saat hari raya Idul Fitri tiba. Karena itulah, kata "mudik" dalam istilah Betawi juga mengartikan "menuju udik" (pulang kampung).


Mudik, budaya Agraris?

Ada pula pendapat mengatakan mudik merupakan tradisi primordial masyarakat petani Jawa. Mereka sudah mengenal tradisi ini bahkan jauh sebelum Kerajaan Majapahit berdiri.

Biasanya tujuan pulang kampung untuk membersihkan pekuburan dan doa bersama kepada dewa-dewa di kahyangan untuk memohon keselamatan kampung halamannya yang rutin dilakukan sekali dalam setahun.

Tradisi 'nyekar' masih terlihat hingga kini. Kebiasaan membersihkan dan berdoa bersama di pekuburan sanak keluarga sewaktu pulang kampung masih banyak ditemukan di daerah Jawa.


Mudik ada sejak nenek moyang?

Bagaimana dengan pernyataan bahwa mudik telah ada sejak zaman nenek moyang? Beberapa ahli mengaitkan tradisi mudik ada, karena masyarakat Indonesia merupakan keturunan Melanesia yang berasal dari Yunan, Cina. Sebuah kaum yang dikenal sebagai pengembara. Mereka menyebar ke berbagai tempat untuk mencari sumber penghidupan.

Pada bulan-bulan yang dianggap baik, mereka akan mengunjungi keluarga di daerah asal. Biasanya mereka pulang untuk melakukan ritual kepercayaan atau keagamaan. Pada masa kerajaan Majapahit, kegiatan mudik menjadi tradisi yang dilakukan oleh keluarga kerajaan. Sejak masuknya Islam, mudik dilakukan menjelang Lebaran.


Mudik dalam kajian bahasa Arab

Untuk menguatkan akar mudik berkaitan dengan tradisi islami, beredar pula argumen makna mudik dalam kajian ala timur-tengah.

Kata "mudik" seperti istilah arab untuk "badui" sebagai lawan kata "hadhory". Sehingga dengan sederhana bisa diambil kesimpulan bahwa mudik, adalah kembali ke kampung halaman.


Mudik dari akar kata “ adhoo-a” yang berarti “ yang memberikan cahaya atau menerangi”
Ini bisa dipahami dengan mudah, bahwa mereka para pemudik itu secara khusus memberikan ‘cahaya’ atau menerangi kampung-kampung halaman mereka.

Mudik dari akar kata “ Adhoo-‘a”, yang berarti “ yang menghilangkan “
Selanjutnya, mudik berasal dari bahasa arab yang berarti : orang yang menghilangkan. Hal ini juga akan mudah kita tangkap, bahwa mereka pemudik itu adalah orang-orang perantauan yang dipenuhi beban perasaan kerinduan, dan kesedihan karena jauh dari orangtua, keluarga atau kampung halamannya. Karenanya mereka melakukan aktifitas mudik , dalam rangka ‘menghilangkan’ semua kesedihan tersebut.

Mudik dari akar kata “ adzaa-qo” yang berarti “ yang merasakan atau mencicipi “
Orang yang mudik ke kampung halaman pastilah mereka yang ingin kembali ‘merasakan dan mencicipi’ suasana kampung tempat kelahiran.

-----------------------------

Nah, sekarang saya akan menyarikan apa yang pernah ditulis oleh budayawan, sastrawan, guru besar Jakob Sumardjo. Buat kamu yang belum mengenalnya dan ingin berkenalan dengan tulisannya, coba dulu baca yang paling populer "Olenka". Ia juga populer sebagai kolumnis yang kerap dimuat di koran-koran nasional.


Kata "mudik" mengartikan "hulu".
Pada zaman pramodern hanya dikenal komunikasi sosial lewat sungai. Hampir semua hunian tua di Indonesia selalu berada di tepi sungai. Karena sungai merupakan sarana komunikasi dan transportasi yang vital, maka dikenal adanya istilah arah hulu dan hilir, mudik dan muara.

Pada waktu itu, kalau orang mengatakan mau mudik, jelas artinya mau pergi ke hulu. Dan kalau mau ke hilir, berarti mau ke arah muara. Orang yang menuju ke hulu dapat berarti “naik”, “munggah”, “pulang”, “ke hutan”, “ke kebun”, “ke bukit”, “ke kampung”. Sedangkan orang yang menuju ke hilir dapat berarti pergi, “keluar”, “ke pasar”, “merantau”, “kerja”.


Dengan demikian arah hulu lebih bermakna “perempuan” dan hilir bermakna “lelaki”. Perempuan adalah hulu adalah rumah adalah kampung halaman. Lelaki adalah hilir adalah luar adalah asing, atau rantau.

Dengan pola pikir yang demikian itu, munggah dan mudik maknanya sama, yakni kembali ke ibu, ke kampung halaman, ke nenek moyang, ke asal adanya, ya kembali ke fitrahnya. Begitulah kesadaran kolektif bangsa ini sejak zaman dahulu kala, yakni tidak pernah melupakan jati dirinya, asal usulnya, nenek moyangnya, kampung halaman tempat ia dilahirkan. Manusia Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, dalam hubungan munggah dan mudik ini, selalu ingat asal usulnya, indungnya, sangkan paran atau asal dan tujuan hidup ini.

Mengapa identik dengan Lebaran?

Di zaman purba Indonesia ada upacara setiap tahun yang bermakna manunggal dengan nenek moyang sebuah komunitas. Sisa-sisa upacara demikian masih lestari dalam bentuk bersih desa, ngalaksa, seren taun, ngarot dan banyak lagi.

Dalam upacara-upacara semacam itu dilakukan penyatuan manusia sebagai mikrokosmos dengan alam sebagai makrokosmos dan arwah nenek moyang berupa mitos-mitos sebagai metakosmos.

Rangkaian upacaranya mulai dari mandi bersama (bersih badan), pantang dan puasa, ziarah kubur, seni pertunjukan yang mementaskan kisah mitologi nenek moyang pendiri wilayah, dan akhirnya makan bersama atau kenduri. Tempatnya bisa di tanah lapang, di balai desa, di leuwi, di mata air, di kuburan desa.


Dalam upacara-upacara tahunan semacam itulah seluruh penduduk kampung kumpul bersama, tua atau muda atau kanak-kanak.

Upacara menyatukan diri seluruh penduduk kampung dengan makrokosmos dan metakosmos ini, dapat bermakna sangkan-paran atau kembali menyatu dengan yang asal. Mereka sedang munggah atau mudik. Kembali ke indung asal kehidupan ini. Kembali ke Sang Pencipta dengan seluruh warga yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Ketika agama Islam dipeluk oleh bangsa Indonesia, maka sisa-sisa ritual primordial ini tidak dilenyapkan karena sudah merupakan bagian dari arketip budayanya. Kalau tidak melakukan, mereka merasa ada yang hilang dari bagian dirinya sebagai kelompok.

Padanan untuk itu adalah bulan puasa bagi umat Islam, atau puncaknya pada hari Lebaran. Tradisi manusia Indonesia untuk nyekar atau menebar bunga di kuburan nenek moyang, mandi bersama di pantai atau di sungai desa, mengirim makanan bagi sanak saudara, yang semua itu dilakukan sebelum bulan puasa, adalah inkulturisasi Islam terhadap budaya sebelumnya. sumber: apakabardunia.com

Ingin Sukses? Tutup Mulutmu! Bekerjalah Dalam Diam


Menjadi pribadi yang berhasil dalam setiap lini hidup tentu jadi impian semua orang. Untuk menuju kesuksesan, banyak cara yang bisa dilakukan. Mulai dari kerja keras dari pagi sampai malam, mengatur keuangan sampai berkoar-koar tentang rencana yang ingin dilakukan.
Tapi percayakah kamu kalau saya bilang mereka yang sukses justru adalah orang-orang yang bekerja dalam diam? Keberhasilan, secara mengejutkan, justru akan datang pada mereka yang secara kasat mata tampak sama sekali tidak berusaha. Penasaran kan, kenapa bisa begitu?
Mereka Yang Tidak Banyak Bicara Sering Dianggap Tidak Punya Masa Depan
Pergaulan kita sering menempatkan pribadi yang pendiam dan kaku sebagai orang yang tidak layak diperhitungkan. Kalau gak berani berpendapat di depan umum, kamu dianggap tidak akan punya masa depan deh.

Keberanian untuk mengungkapkan pendapat memang penting, tapi di masa pencarian jati diri justru bukan menjadi vokal yang paling dibutuhkan. Untuk menentukan apa yang ingin dituju dalam hidup seseorang membutuhkan ketenangan.
Mulut yang tidak banyak bicara akan membuat otak bisa berpikir lebih jernih.
Mereka yang tumbuh dengan tidak banyak bicara akan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengajukan pertanyaan pada diri sendiri. Apa yang sebenarnya dia inginkan dalam hidup, tujuan hidup macam apa yang ingin dicapai, sampai hidup seperti apa yang ingin dibangun.

Derek Sivers: Mau Sukses? JANGAN PERNAH Bagi Rencana Dan Cita-Citamu Dengan Siapapun

Derek Sivers, pendiri CD Baby – toko online khusus pemusik Indie - membagikan rahasia suksesnya di acara TED Talk tahun 2010. Ketika kebanyakan orang percaya bahwa menceritakan impian dan cita-citanya bisa memicu motivasi, Sivers memilih untuk menutup mulutnya rapat-rapat.

Sivers membuka sesi berbaginya di TedTalks dengan kalimat yang mengejutkan,
“Menceritakan rencanamu pada orang lain justru akan memperkecil kemungkinan impian itu terwujud”
Dia meminta peserta TED membayangkan impian terbesar yang ingin mereka capai, kemudian menciptakan visualisasi saat impian itu mereka beritahu pada orang lain. Sivers juga meminta peserta untuk membayangkan perasaan puas ketika mendengar orang lain memuji rencana hebat yang kamu miliki.

Sivers juga mengungkapkan hasil dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Psikolog New York University pada tahun 2009. 163 mahasiswa Fakultas Hukum dikumpulkan untuk mengerjakan tugas yang sulit. Masing-masing dari mereka diberikan 45 menit untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Dia yang pendiam sering tidak dianggap

Sebelum mulai mengerjakan tugas, semua mahasiswa diminta untuk menuliskan tujuan yang ingin dicapai di selembar kertas. Setengah dari mereka diperintahkan untuk tidak membagikan tujuan personalnya, sementara setengah yang lain membuka tujuan itu ke publik.

Hasilnya cukup mengejutkan. Mereka yang membagikan tujuan yang ingin dicapai ke publik berhenti berusaha menyelesaikan tugas setelah 33 menit, dan merasa sudah lebih dekat dengan tujuan yang harus dicapai. Sementara mereka yang tidak menceritakan tujuannya pada siapapun justru memanfaatkan seluruh 45 menit yang dimiliki dan masih merasa jauh dari berhasil.

Dari hasil penelitian diatas, apa sih yang sebenarnya terjadi?
Menceritakan Impianmu Ke Publik Akan Menciptakan Identitas Semu Yang Justru Menjatuhkan
Robert A Wicklund dan Peter M. Gollwitzer, dua psikolog dari University of Texas, menjalankan penelitian tentang symbolic self completion. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa sebenarnya ada 2 tujuan dalam setiap impian yang ingin dicapai seseorang: career goal dan identity goal.

Career goal adalah tujuan untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Seperti menjadi penulis, jadi dokter, teknisi, pengacara dan berbagai pilihan karir lain. Ketika pekerjaan yang diinginkan sudah bisa dimiliki, maka career goal seseorang sudah selesai.

Sementara identity goal adalah keinginan untuk diasosisikan dengan sifat yang umumnya dimiliki kebanyakan orang di pekerjaan tersebut. Masyarakat menganggap dokter itu biasanya pintar dan hebat, pengacara selalu tampak percaya diri dan meyakinkan, penulis itu banyak baca.

Dari penelitian Wicklund dan Gollwitzer diketahui bahwa menceritakan tujuan yang ingin dicapai ke publik akan membuat seseorang merasa sudah mendapatkan separuh identity goal-nya. Ketika kamu bercerita ke temanmu kamu ingin jadi psikolog, dan dia sepakat kalau kamu memang cukup simpatik untuk jadi psikolog – separuh dirimu akan yakin bahwa kamu adalah psikolog.

Inilah yang berbahaya dari membagikan hal apa yang ingin kamu raih ke publik. Pengakuan dari orang lain akan membuatmu merasa puas. Walau belum mengeluarkan usaha keras, kamu akan mulai yakin bahwa kamu bisa mencapai hal yang selama ini kamu inginkan. Akan ada suara dalam dirimu yang bilang, “Orang lain aja udah yakin kok sama aku. Pasti bisa deh“.

Dampaknya, usahamu untuk mencapai impian itu akan makin lemah bila dibandingkan dengan dia yang tidak menceritakan tujuannya pada siapapun. Padahal persaingan diluar sana sangat ketat, dan kamu yang tidak bekerja keras belum tentu bisa menang.
Ada Atau Tidak Sih Cara Cerdas Untuk Membagi Tujuan Yang Ingin Dicapai Dengan Orang Lain Tanpa Membuatmu Kehilangan Semangat?

Seperti uang logam yang selalu terdiri dari 2 sisi, menceritakan impian yang ingin kamu capai ke orang lain juga punya sisi baik dan buruk. Agar tindakan ini tidak membuatmu kehilangan semangat, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan:

1. Ganti Kalimat “Aku Ingin Jadi….” Ke “Tolong Ingatkan Aku Untuk Jadi…”

Setiap kamu ingin membagi tujuanmu dengan orang lain ingatlah untuk tidak terjebak pada rasa ingin menyombongkan diri. Kamu tidak perlu berkoar-koar memberi tahu mereka ingin jadi apa. Yang kamu perlu lakukan justru membuat orang lain jadi pengingat kalau kamu sedang malas berusaha.

Daripada asyik bercerita kamu ingin jadi apa dan membuat mereka kagum dengan rencanamu, lebih baik kamu bilang ke orang-orang untuk memarahimu kalau kamu sedang kehilangan semangat. Tidak cukup hanya bilang, “Aku mau jadi psikolog nih” tapi tambahkan juga, “Aku mau jadi psikolog nih. Ingetin ya kalau lagi males kuliah“.

2. Jangan Biarkan Ekspektasi Orang Lain Mempengaruhi Tujuanmu

Cuma kamu yang berhak menentukan tujuan yang ingin kamu capai. Misalnya nih, kamu bercerita kalau kamu ingin jadi penulis dan meminta teman-temanmu mengingatkan agar kamu konsisten menulis setiap hari. Saat mereka bilang kalau profesi penulis itu tidak menjanjikan, jangan goyah. Kamu tidak punya tanggung jawab apapun untuk memenuhi ekspektasi mereka.

Berbagi tujuan ke orang lain hanya akan bermanfaat saat ia berfungsi sebagai instrumen untuk mengecek kinerjamu. Jangan tergoda untuk terlihat lebih hebat didepan orang lain. Kamu tidak perlu menyesuaikan mimpimu dengan harapan mereka. Kalau kamu sukses, semua yang meragukanmu juga akan diam kok.

3. Cari Orang Yang Terpercaya Untuk Tempat Berbagi

Tidak semua orang layak jadi tempat bercerita soal hal yang paling kamu inginkan dalam hidup. Kamu perlu orang yang benar-benar memahamimu dan punya komitmen untuk mendukungmu mencapai impian tersebut. Cerita hal besar ke orang yang salah sama saja dengan bunuh diri.

Pastikan kamu menceritakan tujuan besarmu hanya ke orang yang benar-benar kamu percaya. Dia yang bisa menerima pemikiranmu, tidak peduli seberapa absurdnya itu. Dia yang rela mengingatkanmu saat kamu sedang kehilangan semangat untuk lari mencapai mimpi.

Kalau sudah menemukan orang yang tepat, membagi tujuan besar justru bisa jadi amunisi agar impian itu benar-benar bisa terwujud.

Gimana menurutmu? Masih mau koar-koar soal impian yang mau kamu raih, atau memilih berhati-hati dan bekerja dalam diam? Sumber: hipwee.com

Seandainya Kamu Tahu Hal-Hal Ini Dari Dulu, Hidupmu Pasti Jauh Lebih Baik

Seandainya Kamu Tahu Hal-Hal Ini Dari Dulu, Hidupmu Pasti Jauh Lebih Baik

Kesendirian ternyata tidak begitu menakutkan

Hidup adalah proses belajar yang tidak ada habisnya. Dalam setiap momen kehidupan kamu akan dikejutkan oleh pelajaran yang bisa kamu ambil darinya. Tapi tidak jarang juga kamu akan terkaget-kaget menghadapi berbagai permasalahan yang tidak terkira.

Saat menghadapi masalah, pernah nggak sih kamu berharap sudah tahu harus melakukan apa sebelumnya? Pernah nggak sih kamu menyesal karena baru mendapatkan kebijaksanaan yang diperlukan setelah masalah yang membuatmu galau usai? Ini nih hal yang akan membuat hidupmu lebih baik, jika saja kamu ketahui 10 tahun lebih awal.

1. Hidup Tidak Bisa Hanya Dijalani Tanpa Rencana

Semboyan go with the flow tidak akan membuat hidupmu bergerak ke arah yang lebih baik. Sesantai apapun kamu, hidup harus tetap punya tujuan yang ingin dicapai. Salah satu langkah awal mencapai kesuksesan adalah dengan merencanakan hidupmu.

Kamu nggak bisa cuma bangun-kuliah-main-pacaran kemudian berharap jadi pribadi yang berhasil. Dari awal kamu harus menetapkan mimpi yang ingin kamu raih, usaha apa yang bisa kamu lakukan untuk mencapainya, mengondisikan hidupmu sedemikian rupa agar impian itu semakin dekat.


2. Sesempurna Apapun Rencanamu, Selalu Ada “Plot-Twist” Yang Membuat Keinginanmu Tidak Tercapai


Hidup punya selera humor unik yang bisa memutar-balikkan semua rencana yang sudah kamu susun rapi. Ibaratnya nih, kamu udah siap perang di laut – eeeh malah dihadang via darat. Selalu ada kejutan yang membuat persiapanmu terasa tidak berguna.

Senewen dan kesal karena seluruh usahamu sia-sia adalah hal yang wajar dalam hidup. Tapi suatu hari semua hal yang kamu lakukan tetap akan bermanfaat di kesempatan lain. Kamu hanya perlu bersabar.


3. Cuma Kamu Yang Bisa Menyelamatkan Dirimu Sendiri

Saat jatuh atau gagal, kamu tidak bisa mengandalkan siapapun selain dirimu sendiri. Dorongan dari orang-orang tersayang akan membuatmu mampu berdiri. Tapi kamu tidak akan mampu berjalan kalau tidak punya semangat untuk keluar dari kesulitan.

Semua permasalahan yang kamu hadapi akan membuatmu sadar, terus-terusan mengharapkan bantuan dari orang tidak akan membuatmu berkembang. Kamu akan mulai menguatkan diri untuk menghadapi berbagai masalah dengan berani.


4. Lari Dari Masalah Hanya Akan Membuatnya Makin Parah

Masalah akan selamanya jadi masalah jika tidak kamu dihadapi. Sekuat apapun kamu sembunyi, dia akan menemukan jalan untuk muncul lagi di depan mukamu. Kamu akan merasa tidak nyaman, malas memulai usaha mengurai benang yang sudah kusut.

Tapi saat masalah itu sudah berani kamu hadapi, semuanya akan terasa lebih ringan kok. Giliranmu bertanya-tanya dan menyesal sendiri. Kalau dihadapin aja bisa selesai, kenapa kemarin kamu repot-repot menghindar terus ya?


5. Hidup Tidak Selamanya Baik-Baik Saja, Dan Kamu Harus Bisa Terima

Ada kalanya kamu akan merasa dipercundangi oleh hidup. Sepertinya kamu udah berusaha sebaik mungkin, tapi kok ya masih saja tersangkut masalah. Seiring berjalannya waktu kamu akan paham bahwa hidup selalu terdiri dari 2 bagian: manis dan pahit. Keduanya akan menyapamu secara bergantian.

Ketika hidup sedang tidak baik-baik saja kamu hanya harus terus menjalaninya sebaik mungkin. Mengutuk masalah hanya akan membuatnya terasa makin berat. Kamu akan belajar banyak tentang bagaimana caranya berdamai dengan hal yang membuatmu tidak nyaman.

Membuat yang tidak baik-baik saja jadi bisa diterima.


6. Berusaha Menyenangkan Semua Orang Hanya Akan Membuang Waktumu

Sebaik apapun kamu, tetap akan ada orang yang tidak suka padamu. Kamu cuma punya 2 pilihan: fokus pada apa yang sedang kamu lakukan, atau memikirkan pendapat mereka yang penuh celaan. Menyadari keberadaan mereka yang secara gamblang menunjukkan penolakan akan membuatmu tidak nyaman.

Kamu akan berusaha mengubah cara pandang mereka padamu. Menyesuaikan perilaku dengan hal yang mereka mau. Tapi pada akhirnya kamu akan tahu, sebagai manusia biasa kamu tidak punya kemampuan untuk membuat semua orang sepakat dengan pilihan hidupmu.

Kesadaran itu akan membuatmu meletakkan pendapat negatif di sisi hidup yang sulit dijangkau. Energimu sudah habis untuk mengejar impian. Kamu malas kalau harus bersusah payah mengambil hati mereka yang selamanya tidak akan bisa sejalan.


7. Berbohong Itu Seperti Menggali Kuburanmu Sendiri

Menutupi kesalahan dan kekuranganmu dengan kebohongan tidak akan menyelesaikan masalah. Sesaat semua akan berjalan baik-baik saja, tapi ketika kebohonganmu mulai terkuak perlahan hidupmu akan hancur. Kepercayaan adalah hal nomor 2 tersulit untuk didapatkan kembali, setelah iman.

Berbohong tidak hanya menghancurkan dirimu, tapi juga menyakiti orang-orang yang kamu sayangi. Lubang yang ditimbulkan oleh kebohongan tidak akan mudah tertutup oleh perhatian dan kebaikan. Seandainya kamu tahu lebih awal kalau berbohong itu seperti bunuh diri……


8. Menjaga Pertemanan Itu Butuh Usaha

Teman akan berubah jadi spesies langka. Jika dulu kalian selalu menghabiskan waktu bersama, semakin dewasa kesibukan dan tanggung jawab membuat kalian larut dalam rutinitas. Kehilangan jejak teman yang dulunya dekat jadi hal yang biasa terjadi.

Seandainya kamu tahu dari awal, bahwa ikatan pertemanan juga butuh diperjuangkan agar bisa bertahan. Kalian perlu meluangkan waktu untuk saling berkirim kabar, menyempatkan diri berkumpul ditengah kesibukan. Hubungan pertemanan yang tidak diusahakan perlahan akan hilang dan dilupakan.


9. Mengeluh Tidak Akan Menyelesaikan Masalah

Keluhan adalah tanda tidak dewasanya kamu dalam menghadapi masalah. Terus-terusan menceritakan beratnya hidupmu pada orang lain tidak akan membuatnya lebih ringan. Di satu masa kamu akan getol menceritakan semua hal yang salah dalam hidupmu pada dunia.

Lewat media sosial, lewat curhatan di blog sampai bercerita langsung ke teman-teman.

Tapi seiring waktu kamu akan sadar bahwa sekeras apapun kamu mengeluh, masalah tidak akan menjauh. Mengeluarkan keluh dari mulut malah membuat masalah terasa lebih berat dan terlihat lebih nyata. Keluhan justru makin membuatmu lemah.


10. Makan Seenaknya Tapi Bisa Tetap Langsing Tidak Akan Bertahan Lama

Tubuhmu akan berontak kalau tidak dijaga dengan baik. Masa-masa bisa makan bebas tapi tetap punya badan bagus akan lewat dengan cepat kalau kamu tidak berusaha untuk mempertahankan bentuk tubuhmu.

Ternyata olah raga itu penting banget, memilih makanan sehat juga tidak bisa dilupakan begitu saja. Kamu akan sadar kalau bentuk tubuh dan kesehatan tidak bisa didapatkan dengan mudah. Perlu perjuangan keras untuk tetap berada di penampilan terbaikmu.

Penampilan oke yang didapat dari keringat dan kerja keras hanya boleh kamu bagi dengan seseorang yang benar-benar menghargaimu.


11. Kamu Tidak Perlu Takut Berdandan Hanya Karena Akan Dicap Tidak Punya Otak

Stigma bahwa mereka yang menjaga penampilan pasti bodoh itu 100% tidak benar. Berdandan dan memperhatikan penampilan luar bukan berarti otakmu kosong. Justru hal ini menunjukkan kalau kamu cukup sayang pada dirimu sendiri dan ingin menghargai apa yang sudah kamu miliki.

Mereka yang nyinyir karena kamu terlihat awesome, fabulous dan pintar disaat bersamaan biasanya cuma iri aja sama kamu. Jadi cuekin aja omongan mereka.


12. Cinta Yang Baik Tidak Akan Terasa Memberatkan

Dalam beberapa episode hidup kamu akan dihadapkan pada jenis cinta yang membuat hidupmu makin rumit. Drama, pertengkaran, kecemburuan — semuanya memakan waktumu. Menghabiskan energi, membuatmu terdistraksi dari fokus hidup dan impian yang sedang kamu perjuangkan.

Kamu akan mengira bahwa konflik macam itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari cinta. Perasaan yang kuat layak kamu perjuangkan, tidak peduli drama macam apa yang menghadang di depan. Hingga akhirnya kamu lelah, menyerah.

Dari pengalaman ini matamu akan terbuka. Cinta sepatutnya tidak membuatmu terbebani. Kasih tulus yang tertakdirkan untukmu justru akan memuluskan hidup. Ketika terlalu banyak masalah dalam sebuah hubungan, bisa jadi kamu dan dia memang tidak digariskan bersisian.


13. Sendiri Lebih Baik Dibanding Bertahan Dalam Hubungan Yang Membuatmu Keropos

Hubungan romantis bisa jadi bahan bakarmu untuk melesat maju, tapi juga bisa jadi pisau yang secara misterius menusukmu dari belakang. Kamu akan keras kepala menancapkan kakimu di tanah nyaman sebuah ikatan yang sudah lama terjalin.

Enggan mengakui kalau sudah tidak ada yang harus diperjuangkan lagi.

Bertahan dalam sebuah hubungan yang tidak sehat secara perlahan akan menggerogoti dirimu sendiri. Tanpa sadar kamu bertansformasi jadi orang yang pahit, merasa kalau cinta hanya akan menciptakan sakit. Anehnya, keputusanmu untuk keluar dari hubungan itu justru memberimu rasa bebas. Lepas.

Pernah menghadapi hubungan cinta yang tidak sehat jadi refleksi untukmu. Kesendirian ternyata lebih terasa melegakan dibanding pendampingan semu yang menyakitkan. Menghadapi dunia diatas kaki sendiri ternyata tidak semenakutkan yang selama ini kamu bayangkan.


14. Menyimpan Dendam Dan Kesal Adalah Racun Untuk Hidupmu


Akan selalu ada orang yang membuatmu sakit hati. Dunia tidak akan selamanya berpihak pada kebahagiaanmu. Bahkan teman yang selama ini kamu percaya bisa berbalik jadi musuhmu. Kamu akan mengalami rasa geram yang teramat sangat. Marah, dendam, seakan tidak bisa memaafkan.

Kamu berjanji pada diri sendiri, tidak akan pernah memaafkannya. Seumur hidup kesalahan itu tidak akan sedikitpun dilupakan. Tapi apakah keinginan untuk balas dendam itu akan membuat hidupmu terasa ringan? Apakah semua sepadan?

Jawabnya, tidak. Mengikhlaskan rasa sakit, berdamai dengan kekecewaan adalah satu-satunya jalan agar kamu bisa menjalani hidup dengan tenang. Menyimpan amarah dan kesal di dada itu tidak jauh berbeda dari menebar racun di dalam tubuhmu. Sesaat kamu akan merasa baik-baik saja, tapi ia pelan-pelan menemukan jalan untuk membunuhmu.


15. Cinta Ternyata Bisa Datang Dari Mana Saja


Cinta ternyata tidak sedangkal hubungan romantis antara dua orang yang dimabuk asmara. Setelah bebas dari cinta yang membuatmu terpuruk, kamu akan sepakat bahwa cinta bisa kamu dapatkan dimana saja.

Rasa nyaman dari pelukan di ujung hari yang melelahkan akan digantikan dengan canda tawa bersama keluarga. Tempat berbagi cerita yang dulu sempat diambil perannya oleh satu orang saja kini diisi oleh sahabat-sahabatmu yang selalu ada. Dan semua itu, tetap membuat hatimu hangat.

Kamu tidak butuh orang lain untuk merasakan cinta. Yang kamu butuhkan hanya mata yang mampu terbuka lebih lebar, untuk mengapresiasi semuanya.


16. Saat Kamu Rela Melepaskan, Perlahan Hal Yang Lebih Baik Akan Datang


Melepaskan seseorang atau sesuatu yang sangat kamu cintai akan terasa berat. Terlebih jika perpisahan itu tidak datang dari keinginanmu sendiri. Kamu akan jadi pribadi keras kepala, enggan mengeluarkan diri dari kenangan indah selama ini. Meskipun kamu tahu, kisah itu tidak akan mungkin terulang lagi.

Proses melepaskan ternyata tidak semudah yang kamu bayangkan. Kenangan bukanlah musuh utama, bukan pula rasa rindu. Dirimulah yang jadi sekutu jahat yang bisa menghancurkan perjuanganmu sendiri. Dalam proses melepaskan, kamu akan banyak berbincang dengan diri sendiri.

Jadi pendengar yang baik atas kata hati.

Hingga tiba saatnya hal yang lebih baik menghampirimu. Kamu akan melupakan luka dan sakit yang pernah kamu rasakan. Kini kamu sepenuhnya tahu, kebaikan tidak akan pernah datang pada dia yang enggan menatap masa depan.

Rela melepaskan, jadi kunci baik bagi sebuah perjalanan baru yang diharapkan memberimu kebaikan.


17. Hidup Terlalu Singkat Untuk Bertahan Pada Pekerjaan Yang Tidak Membuatmu Bahagia


Akan ada titik dimana kamu menyetarakan kesuksesan dengan jumlah materi yang bisa kamu masukkan ke kantung. Harga diri seakan ditentukan oleh jenis pekerjaan apa yang kamu punya, mentereng atau tidaknya titel yang bisa kamu dapat. Kepuasan hati akan kamu singkirkan sementara waktu.

Ketika kamu bangun pagi dan merasa enggan memulai hari, barulah kamu akan tahu. Hati tidak pernah bisa dibohongi. Setiap manusia memiliki panggilannya sendiri. Dan pekerjaan yang sedang kamu lakoni sekarang bukanlah panggilanmu.

Melepaskan kenyamanan yang sudah kamu miliki terasa lebih masuk akal dibanding terus bertahan pada pekerjaan yang hanya bisa mencukupi kebutuhan hidupmu. Kamu akan mulai getol mencari apa yang paling kamu mau.

Hidup ternyata terlalu singkat jika hanya digunakan untuk mengumpulkan pundi-pundi dan mengejar gengsi.


18. Manfaatkan Uangmu Untuk Memberi Makan Otak, Gaya Hidup Akan Mengikuti

Kamu harap kamu tahu lebih awal bahwa anggaran untuk pengembangan diri sepatutnya lebih besar dibanding biaya nongkrong di cafe yang harga kopinya terlalu mahal itu. Ikut kelas menulis kreatif, ambil les merajut, bergabung di pelatihan pembuatan film pendek lebih layak jadi hal yang menghabiskan uangmu.

Gaya hidup ternyata tidak ditentukan oleh dimana kamu nongkrong, atau bersama siapa kamu menghabiskan waktu. Selama otak dan dirimu berkembang, gaya hidup yang asyik pasti akan mengikuti dengan sendirinya.


19. Lebih Baik Kamu Bokek Karena Membeli Pengalaman

Tas mahal, sepatu berbagai warna, koleksi jam tangan, tumpukan kemeja berbagai model, makanan enak di restoran yang sedang hits — semuanya menghabiskan uangmu. Sayangnya, mereka tidak akan memberimu apa-apa.

Ketika kamu semakin tua dan merasa kering pengalaman, barulah kamu tertampar. Selama ini kamu memanjakan dirimu dengan kenyamanan, tapi tidak pernah memanfaatkan kemampuan finansial yang kamu miliki untuk memberimu pengalaman.

Kamu akan berharap pernah membawa diri mendaki puncak-puncak tertinggi, melihat matahari muncul di Pegunungan Aso, merasakan lembabnya udara Florida di musim panas, kembali jadi anak kecil yang girang di wahana permainan Lotte World di Korea.

Seharusnya kamu menghabiskan uangmu untuk pengalaman yang akan kamu kenang sampai mati.


20. Keluarga Dan Orang-Orang Tersayangmu Tidak Akan Hidup Selamanya

Pelan tapi pasti, orang-orang yang kamu sayangi sepenuh hati akan diambil dari dunia. Saat itulah kamu mendapat pencerahan (sekaligus tamparan) betapa selama ini kamu menyia-nyiakan kesempatan.

Masih banyak yang ingin kamu berikan, terlalu banyak rencana yang ingin kalian jalankan: tapi kamu terlalu sibuk pada dunia luar. Jangankan menghabiskan akhir pekan, memberi kabar saja jarang kamu lakukan.

Penyesalan setelah ditinggalkan orang-orang tersayang akan memberimu kesadaran. Sepatutnya kamu lebih meluangkan waktu untuk mereka. Seharusnya, mereka tetap jadi prioritasmu sejak awal. Tidak nongkrong bersama teman sesekali tidak akan sesakit selamanya ditinggal pergi.


21. Perkataan Orang Tua Itu Pasti Ada Benarnya

Coba deh, kamu tanya pada dirimu sendiri: “Seberapa sering aku melanggar perintah orang tua?”. Mulai dari yang remeh sampai hal serius, perkataan mereka kerap kita abaikan. Padahal kalau kamu mau jujur mengakui, semua yang mereka katakan pasti ada benarnya.

Biar bagaimanapun, mereka sudah hidup lebih lama. Pengalaman menghadapi berbagai permasalahan hidup tentu lebih banyak jika dibanding kamu. Tidak ada orang tua yang menginginkan hal buruk terjadi pada darah dagingnya sendiri.

Dan seharusnya, kamu tidak perlu terlalu keras kepala untuk mau mendengar saran dari mereka.

22. Perlakuan Orang Padamu Akan Ditentukan Oleh Standar Yang Kamu Tetapkan Sendiri

Banyaknya kekecewaan yang kamu alami akan mempengaruhi standar yang kamu tetapkan pada diri sendiri. Jika sebelumnya kamu tidak akan masuk ke hubungan yang membuatmu tidak berkembang, kini kamu melupakan janji yang sudah kamu buat sendiri.

Ini justru makin akan membuatmu tidak puas. Tidak ada lagi hal yang berjalan sesuai dengan harapan yang kamu idamkan. Semua baru mulai membaik setelah kamu kembali ke standar awalmu. Teguh memegang prinsip meski itu berarti tidak ada hal manis yang bisa kamu cicip.

Kamu tidak bisa berharap orang akan memperlakukanmu dengan baik jika kamu tidak punya standar tegas pada diri sendiri. Jika saja kamu sudah tahu hal ini sebelumnya, hidupmu pasti terasa lebih mudah.

23. Idealisme Adalah Kemewahan Terakhir Yang Kamu Miliki Saat Kehilangan Semuanya

Ketika hidup tidak memberimu pilihan yang sesuai dengan idealismemu, kamu akan menerima apapun yang ditawarkan di hadapanmu. Dalam beberapa momen kamu hanya menjalani apa yang ada di depan matamu. Memendam idealismemu dalam-dalam.

Kamu lupa, bahwa hanya dengan idealisme lah kamu bisa bertahan menghadapi berbagai gempuran. Idealisme adalah jangkar yang akan menahan kapal hidupmu ketika ombak bergulung terlalu kuat. Idealisme adalah peta sahih petunjuk jalan pulang.

Ia akan memastikan bahwa kamu hanya tersesat sementara, bukan hilang arah untuk selamanya.

24. Hal-Hal Baik Akan Datang Pada Mereka Yang Bersabar….DAN BEKERJA KERAS

Nasihat, “Udah, sabar aja dulu” tidak sepenuhnya tepat. Sabar tidak akan menyelesaikan semua masalah. Kamu perlu lebih dari sekedar sabar agar bisa mendapatkan hidup yang lebih baik. Satu yang bisa menjamin masa depanmu adalah kerja keras.

Kamu akan belajar bahwa tidak ada hal yang datang dengan mudah. Semuanya butuh perjuangan. Hidup tidak bekerja seperti badan amal yang membagikan barang gratis kepada mereka yang membutuhkan. Kalau mau kaya ya kamu harus kerja. Kalau mau pintar ya belajar. Mau dapat pasangan oke ya perbaiki diri.

Kalau diam aja dan sabar doang? Ya gak dapat apa-apa.

25. Mengandalkan Tuhan Akan Membuatmu Bertahan Dalam Kondisi Apapun

Semua pengalaman hidup akan membuatmu sadar, kalau kamu hanya manusia yang punya keterbatasan. Tanpa kekuatan besar diluar dirimu, kamu bukanlah makhluk yang berdaya. Semakin dewasa kamu akan mengerti bahwa Tuhan-lah yang tidak pernah pergi dari sisi.

Kamu mulai melibatkan-Nya dalam setiap keputusan hidup yang kamu ambil. Memasrahkan pilihan pada tangan-Nya. Belajar meminta yang terbaik menurut-Nya, bukannya memaksakan keinginanmu untuk diwujudkan.

Belajar mengandalkan Tuhan ternyata jadi kekuatan luar biasa yang membuatmu mampu bertahan menghadapi apapun. Membuatmu tetap waras ditengah cobaan hidup yang makin berat. Jadi jaring pengaman yang mencegahmu luka-luka ketika harus jatuh dari ketinggian.

Itu tadi hal-hal yang seharusnya kamu tahu sejak lama, tapi baru kamu dapatkan setelah dewasa dan punya banyak pengalaman. Tidak ada yang perlu disesali, kamu hanya perlu menjalani hidupmu sebaik mungkin dengan memanfaatkan pengetahuan yang sudah kamu miliki. Sumber:hipwee.com

15 Aturan Mengatasi Situasi Sosial Yang Canggung

15 Aturan Mengatasi Situasi Sosial Yang Canggung
Pernah nggak mengalami situasi awkward (canggung) sama teman, kenalan, atau bahkan orang yang nggak kamu kenal? Misalnya, kamu nggak sengaja ketemu seorang kenalan di jalan dan benar-benar nggak tau harus ngobrol apa. Contoh lain, kamu ketemu teman lama tapi malah lupa namanya.

Nah, bingung harus gimana buat menghadapi situasi semacam ini? dalam artikel ini saya beri sedikit informasi dan tips-tipsnya.

1. Pas Lagi Males Ngomong

males ngomong, mending tidur
Kebetulan kamu lagi capek dan males banget ngapa-ngapain, termasuk males ngomong. Sialnya, kamu lagi naik transportasi umum dan kursi di sebelahmu kebetulan kosong. Kamu takut kalau-kalau ada yang datang dan duduk di sampingmu sambil maksa ngajakin ngobrol. Kira-kira, apa yang harus kamu lakukan?

Cara paling gampang yang bisa kamu lakuin adalah taruh tas atau ranselmu di kursi kosong sebelah kamu, sebelum pura-pura tidur atau tidur beneran. Lumayan lah, tidur bisa mengurangi rasa capek. Selain itu, kamu wajib pasang earphone – entah kamu beneran dengerin lagu atau nggak. Yang jelas, dua cara ini bakal ampuh banget!

PS: Kalau bisa, lihat dulu kondisi bus atau kereta yang kamu tumpangi. Kalau kondisinya penuh sesak dan para penumpangnya masih berusaha mencari tempat duduk, mungkin sebaiknya kamu tidak menaruh tas atau ranselmu di kursi kosong di sebelahmu.

2. Pas Lupa Nama Teman Lamamu

lupa nama temanmu
Yang namanya mengingat nama orang emang nggak gampang ya, guys! Bayangin aja, kamu nggak sengaja ketemu teman lama yang kamu lupa namanya. Parahnya, dia justru menyapa duluan dan ingat nama kamu. Nah lho, trikmu gimana?

Gampang! Kalau temanmu cewek, panggil aja dengan sebutan ‘beb’, ‘say’, ‘cint’, ‘bu’, atau ‘sist’ juga bisa. Tapi, kalau temanmu itu cowok, panggil ‘bro’ aja. Beres deh. Kalau kamu ternyata masih penasaran pengen tau namanya, pancing dia dengan cara: “Eh say, Facebook kamu apa sih? Aku mau add nih…”

3. Nggak Sengaja Ketemu Kenalan

nggak sengaja ketemu kenalan
Kamu nggak sengaja ketemu kenalanmu di sebuah mall. Ketika udah sama-sama liat, kamu pun melambaikan tangan sambil dalam hati berkata, “say hello aja deh, terus langsung pamit“. Ternyata, setelah berpamitan kalian justru berjalan ke arah yang sama. Mau ngobrol? Pasti jadi awkward karena kamu nggak akrab dan cuma sekedar kenal sama dia.

Pertama, kamu harus jalan sambil liat jam tangan. Lalu percepat langkahmu seakan-akan kamu baru ingat kalau punya janji dan harus buru-buru. Cara kedua, ambil ponsel dan akting ngangkat telepon: “Oke, aku ke sana sekarang. Tunggu, ya”. Jangan lupa ambil langkah seribu alias kabur.

4. Ngomong Apa Sih?

ngomong apa sih?
Entah nggak konsen atau kuping emang lagi error, kamu nggak paham apa yang disampaikan lawan bicaramu. Sekali atau dua kali bilang “ulangi”, kamu nggak mungkin bilang itu lagi untuk ketiga kalinya ‘kan?

Sebelum suasana makin kikuk, sebaiknya kamu pamit buat pergi sebentar atau ke toilet. Nah, pas kamu balik, temanmu tentu akan mengulangi pertanyaannya tadi. Tapi, untuk kali ini kamu harus benar-benar pasang kuping ya!

5. Pas Ngajak Salaman Tapi Ditolak

pas ngajak salaman tapi ditolak
Pernah nggak niat mengulurkan tangan buat salaman ke teman cowokmu tapi ditolak? Pasalnya, dia mungkin menganut bahwa ‘nggak boleh menyentuh cewek yang bukan mahram’. Dalam situasi seperti ini, kamu bisa apa?

Sederhana sih. Cukup tarik kembali tanganmu dan letakkan di dadamu sambil kasih senyuman yang paling tulus. Hehe…

6. Kalau Orang Yang Nggak Akrab Sama Kamu Nge-Add Facebook-Mu

kalau ada yang add facebook-mu
Ketika seorang kenalan yang baru sekali ketemu tiba-tiba add Facebook-mu, apa yang kamu lakukan? Kamu mungkin sungkan kalau nggak menerima permintaan pertemanannya. Di sisi lain, bagi kamu Facebook cuma buat teman-teman terdekat aja karena banyak hal-hal pribadi dibagi di sana. Jadi, gimana?
a. Langsung accept
b. Ignore aja
c. Tunggu seminggu baru di-accept
Well, supaya nggak ribet sendiri, mending langsung accept aja deh, guys! Daripada bikin orang sakit hati, mending pikirkan nilai positifnya. Kamu bisa nambah teman sekaligus dapat pahala karena menjaga silaturahmi dengan kenalanmu. Kalau kamu tetap mau menjaga kerapihan news feed Facebook-mu, atur aja secara khusus update dari siapa yang mau kamu baca disana.

7. Ketika Temanmu Cuma Mau Nawarin MLM

pas temanmu nawarin mlm
Suatu hari kamu bahagia banget karena diajak janjian ketemu sama teman lamamu. Tapi, yang terjadi justru benar-benar bikin syok. Berharap bisa nostalgia tentang masa SMA, temanmu justru nawarin supaya kamu ikutan MLM. Gimana cara mengatasi situasi seperti ini?

Bilang aja ogah dan cepet-cepet kabur pulang ke rumah. Ya iyalah! Daripada bosan mendengar penjelasannya seputar downline dan reward, mending kamu tidur di rumah deh.

8. Pas Lagi Stalking

pas lagi iseng stalking
Lagi selow banget nggak ada kerjaan, akhirnya kamu memutuskan buat stalking Twitter teman baru atau gebetanmu. Saking asyiknya kamu nggak sengaja klik Favorite di salah satu tweet-nya. Caramu ngeles adalah…

Nggak ada. Yang terjadi biarlah terjadi, hahaha. Sisi positifnya, teman baru atau gebetanmu ini juga mungkin nggak bakal bilang ke kamu kalau mereka tahu kamu nge-stalk mereka. Kalau ketemu mereka di dunia nyata, ngomongin hal-hal yang lain aja ya.

Jangan khawatir, ini bisa dicegah. Caranya adalah log out dulu dari Twitter kalau kamu memang niat nge-stalk orang. Kalau bisa stalking juga pakai komputer/laptop karena risiko jari salah pencet bakal jadi lebih kecil.

9. Gimana Caranya Basa-Basi?

cara basa-basi sama kenalan
Terjebak buat ngobrol dengan kenalan baru atau orang asing kadang emang bikin suasana awkward. Lantaran belum saling mengenal, kamu nggak tau harus gimana dan ngomong apa.

Hmm.. nggak perlu terlalu serius, cobalah untuk rileks dan mengobrol dengan ‘mengalir’ saja. Coba liat lawan bicaramu. Apa dia pakai kaos bola atau kaos band? Apa dia pakai BlackBerry atau Android? Pilih topik yang nggak terlalu serius tapi juga nggak kacangan. Sebenarnya, apapun bisa jadi bahan obrolan ketika kamu bisa bersikap santai.

10. “Ini Ibu, Bude, Apa Pembantunya, Ya?”

ini ibu atau pembantunya?
Yang satu ini mungkin sedikit lucu, tapi bisa aja terjadi lho! Ceritanya, kamu lagi main ke rumah teman barumu. Kebetulan temanmu masih di kamarnya dan belum muncul buat menyapa kamu. Kamu pun harus menunggu dia di ruang tamu. Tiba-tiba, terlihat seorang perempuan sedang menyapu. Kira-kira, itu ibu, pembantu, atau bude-nya temanmu?

Biar nggak salah tebak, sebaiknya langsung SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) aja. Tawarkan buat jabat tangan dan perkenalkan dirimu dengan ramah dan sopan. Perhatikan reaksi lawan bicaramu. Dari situ kamu bisa tau siapa sebenarnya perempuan di rumah temanmu itu.

11. Pas Ketemu Orang Yang Bajunya Sama Denganmu

waduh, bajunya sama
Panik ketika ada orang yang pakai baju sama denganmu? Pengen buru-buru pulang padahal acara nikahan temanmu baru dimulai?

Selow aja, guys! Kamu cuma perlu melipir menjauh dari orang yang pakai baju sama denganmu. Kamu bisa ambil tempat duduk di barisan tengah dan sembunyi di kerumunan teman-temanmu.

12. Ketika Terpaksa Cipika-Cipiki

mles cipika-cipiki
Kamu mungkin termasuk orang yang nggak suka cipika-cipiki (cium pipi kanan-cium pipi kiri) ketika ketemu teman atau kenalan. Nah, biar nggak tiba-tiba dipaksa cipika-cipiki sama kenalanmu, pakai trik ini.

Sebaiknya jaga jarak dengan temanmu itu. Maksudnya, badan kalian nggak boleh terlalu dekat. Ulurkan tangan dari jarak agak jauh, sehingga dia nggak mungkin maksa buat merangkul dan cipika-cipiki ke kamu. Beres.

Setelah membaca artikel ini, kamu tau gimana cara mengatasi situasi canggung sama teman atau kenalanmu ‘kan? sumber:Hipwee.com

Wajib Baca Kalau Kamu Mau Minta Sesuatu Ke Orang Tuamu

Wajib Baca Kalau Kamu Mau Minta Sesuatu Ke Orang Tuamu
Sebagai anak, apa kamu merasa dibatasi sama orang tuamu? Misalnya, kamu nggak boleh ambil jurusan seni? Nggak boleh merantau? Belum boleh pacaran? Atau dilarang keluar malam?

Walaupun hidup kita masih ditanggung sama orang tua, tapi ketika kita merasa cukup dewasa dan punya hak buat memutuskan sesuatu, batasan-batasan dari orang tua kadang bisa bikin stres atau frustasi.

Kalau kamu lagi mengalami masalah seperti ini, kamu nggak perlu sedih atau stres ya, guys! Coba deh terapkan tips berikut ini buat bernegosiasi sama orang tuamu.

Siapkan ‘Amunisi’ Sebelum Diskusi Sama Orang Tua

ya uada lah, woles aja

1. Wajib Cari Informasi Lebih Dulu

Pertama, kamu harus siap dengan topiknya alias ‘apa sih yang mau kamu minta ke orang tuamu’. Siapkan jawaban yang logis ketika nanti mereka memberi pertanyaan ke kamu.

Misalnya, kamu pengen banget kuliah di luar kota, maka sampaikan pada orang tuamu apa alasannya. Hitung kasar biaya hidup yang sekiranya kamu butuhkan. Lalu, gimana kesiapanmu buat hidup mandiri (baca: sendirian), atau kamu punya teman atau saudara di kota tujuanmu itu.

Kalau kamu bisa ngomong ke orang tua dengan cara yang tenang dan argumen yang jelas, mereka bisa melihat kalau kamu emang udah benar-benar siap. Kamu minta karena beneran pengen dan mau, bukan sekedar emosi atau ikut-ikutan teman.

2. Pengen Nginep Di Rumah Teman? Catat Nomor Telepon Rumahnya

Kamu harus menginap di rumah salah satu temanmu karena ada tugas kelompok. Sebaiknya, kamu minta ijin ke orang tua sambil menyerahkan alamat dan nomor telepon rumah temanmu itu. Jadi, kalau sewaktu-waktu orang tua pengen ngecek lebih gampang.

Percaya nggak kalau kadang kita malas melakukan hal sederhana ini. Kita berpikir negatif dan menganggap kalau orang tua nggak percaya sama kita. Padahal, kalau kita emang beneran nginep di rumah teman itu buat belajar kelompok, ya santai aja kalau orang tua mau ngecek, ya ‘kan?

3. Bikin Daftar Prioritas

Biar nggak bingung atau ngelantur ketika negoisasi sama orang tua, coba bikin catatan lebih dulu. Tulis poin-poin apa aja yang jadi prioritasmu. Misal, dari 5 poin yang kamu tulis, ada 3 prioritas yang bakal kamu perjuangkan ‘mati-matian’ dan 2 poin tambahan yang kalau emang ditolak, kamu masih bisa menerimanya.

Strategi Buat Meyakinkan Orang Tuamu
4. Pilih Waktu Yang Tepat

Yup, kalau mau ngomong sama orang tua, wajib banget liat situasi dan kondisinya ya, guys! Jangan sekali-kali ngajak diskusi pas orang tuamu pulang kerja dan kelihatan capek. Jangan pas akhir bulan ketika mereka juga lagi stres mikirin daftar tagihan yang harus dibayar.

Pilih waktu yang tepatnya, misal weekend atau sore hari ketika mereka lagi nonton tv atau santai di teras. Yang jelas, mood mereka harus pas kelihatan senang.

5. Nada Dan Gaya Bicara Juga Penting

Wajib banget bicara dengan nada yang halus dan gaya yang sopan. Jangan diskusi dengan nada tinggi, marah, atau terkesan minta ‘harus dituruti’. Itu justru memperlihatkan kalau kamu emang belum dewasa.

6. Beri Waktu Buat Mereka Berpikir

Jangan memaksa mereka buat langsung atau segera kasih jawaban. Mungkin, kamu harus menunggu beberapa jam atau beberapa hari supaya mereka bisa berpikir dan memutuskan. Sampaikan juga bahwa kamu siap jika mereka masih punya pertanyaan atau hal-hal lain yang ingin disampaikan di lain hari.

7. Kesepakatan Yang Bikin Semua Senang

Sebuah kesepakatan itu baiknya bisa bikin dua pihak merasa senang. Misalkan, kamu pengen kuliah di luar kota yang otomatis bikin orang tua harus mengeluarkan biaya lebih banyak. Solusinya, kamu bisa menawarkan diri buat kerja sampingan biar punya uang jajan sendiri. Jadi, orang tua cukup bayar uang kuliahmu aja, deh!

Kalau Ternyata Mereka Bilang ‘Tidak!’

8. Tanya Apa Sebabnya

Kalau orang tua menolak permintaanmu, coba tanyakan dulu alasannya. Kadang alasan dari mereka emang benar, tapi sering juga nggak masuk akal. Jadi, siap-siap aja, ya!

Orang tua biasanya akan bersikap terbuka kalau kamu bisa berdiskusi secara dewasa. Tanyakan apa yang bikin mereka khawatir dan coba yakinkan kalau kamu bisa mengatasi hal itu.

9. Yakin Kamu Nggak Bikin Masalah Sebelumnya?

Biasanya, orang tua menolak permintaan anaknya karena ada hal lain yang nggak dikerjakan si anak dengan baik. Misal, kamu minta hadiah motor baru tapi nilai ujianmu jelek, atau minta liburan ke Bali tapi kamu terkenal malas dan nggak pernah bantu-bantu kerjaan rumah. Ya, gimana donk!

10. Tetap Bersikap Baik

Ketika orang tua menolak permintaanmu, jangan perlihatkan kalau kamu sedih atau marah. Usahakan buat bersikap biasa aja. Mungkin mereka bersikap seperti nggak peduli sama kamu, tapi mereka sebenarnya sedang memperhatikanmu. Kalau kamu bisa menerima sebuah penolakan, mereka bakal sadar kalau kamu udah makin dewasa.

11. Putar Otak, Ubah Strategi!

Jangan pantang menyerah. Kalau strategi dan argumenmu mental alias gagal, coba ganti argumen yang lain. Yang pasti, jangan pakai argumen atau alasan yang sama. Tunjukkan kalau kamu punya banyak alasan positif untuk keinginan yang sedang kamu perjuangkan.

12. Ya Udah Sih, Woles Aja…

Kadang, yang bisa kamu lakukan cuma ikhlas menerima penolakan mereka. Kamu mungkin bisa coba lagi nanti, di lain kesempatan. Tetap bersikap wajar dan santai. Bukan nggak mungkin dalam satu atau dua hari mereka bisa berubah pikiran, lho!

Well, mau minta apa sih ke orang tuamu? Biar negoisasi bisa sukses, ikutin tips di atas ya, guys! Selamat berjuang…
sumber: hipwee.com

11 Kunci Penting Menyelesaikan Konflik Keluarga

11 Kunci Penting Menyelesaikan Konflik Keluarga

musyawarah mencapai mufakat

Keluarga adalah sumber kebahagiaan dan kekuatanmu, tapi pasti ada saat dimana keluargamu tertimpa masalah. Sikap egois, masalah ekonomi, perselingkuhan, kurang kasih sayang, tekanan emosional–banyak hal-hal mendasar yang bisa memicu konflik dalam keluargamu. Karena hal-hal ini, Ayah pernah membentakmu, kamu berteriak pada Ibu, sikap kasarmu membuat adik menangis, suamimu mengamuk, anakmu ngambek, dan seterusnya…


Cukup! Apa sih yang sebaiknya kamu lakukan ketika ada konflik dalam keluargamu? Simak di sini, ya…

1. Fokus Pada Masalah, Bukan Orangnya
Kamu bertengkar dengan ibumu. Alasannya, ibu nggak mengizinkanmu kuliah di luar kota. Kamu merasa ibumu nggak adil. Kamu terus saja merapal, “ibuku jahat, pilih kasih, pelit, nggak sayang sama aku, sok tau!” Setiap kali melihat ibu, kamu hanya merasa ‘benci’.

Tapi apakah sikap seperti itu bisa menyelesaikan masalah? Tidak. Yang jadi masalah bukan ibumu, tapi keinginanmu buat kuliah di luar kota yang nggak disetujui beliau. Sebaiknya, pikirkan strategi yang tepat ketika kamu mau minta sesuatu ke orang tuamu. Rumuskan alasan atau efek baik dan buruk dari keinginanmu itu. Ajaklah ibumu buat berdiskusi dan bukan berdebat kusir.

2. Pikir Baik-Baik Sebelum Bicara
Tekanan konflik bisa membuat seseorang jadi lebih sensitif dan emosional. Kamu mungkin jadi gampang marah, tersinggung, atau bahkan menangis. Untuk menghadapi masalah, setiap orang harus menjaga lisan dengan sebaik-baiknya.

Ketika Kakak menegurmu karena komputer di rumah kalian rusak, apa yang kamu lakukan? Kamu mungkin tersinggung lalu berteriak: “Bukan aku, kok! Aku kan udah nggak pernah pakai komputer jadul itu!”

Guys, tenangkan dirimu. Coba ingat-ingat lagi kapan terakhir kamu menggunakan komputer itu. Jelaskan kalau kamu emang nggak tau kenapa komputer itu nggak bisa digunakan lagi.

Bantu kakakmu untuk mengatasi masalah ini. Tawarkan untuk mengantarkannya ke warnet kalau dia punya tugas kuliah yang mendesak. Lalu, kalian bisa sama-sama pergi ke tukang service komputer dan masalah pun selesai.

3. Lihat Dari Sudut Pandang Yang Berbeda
Okelah, kamu merasa nikah beda agama bukan masalah. Kamu yakin kalau orang tua pacarmu akan merestuimu. Kamu siap menghadapi pandangan miring teman, tetangga, dan orang-orang sekitarmu. Tapi, gimana dengan orang tuamu sendiri? Apa mereka juga berpikir seperti kamu?

Kamu perlu mendengar alasan kenapa mereka cemas dan nggak setuju. Kalau ini soal nilai hidup, nggak mungkin memaksa mereka untuk berpikir dan bersikap seperti kamu. Cobalah bicara dari hati ke hati. Apa sih yang sebenarnya mereka khawatirkan?

Redam egomu supaya bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Pastikan kalau kamu akan ikhlas dan legowo jika ternyata nilai hidup kalian memang nggak bisa disatukan.

4. Jangan Saling Menyalahkan
Bagaikan petir di siang bolong, keluargamu dapat kabar mengejutkan. Adikmu yang masih SMA bilang, “Mama, aku hamil…” Wow, satu keluarga syok. Ibumu nangis, ayahmu ngamuk, kamu pun sedih dan marah.

Nggak ada waktu buat menyalahkan adikmu. Nggak relevan untuk menganggap dia brengsek dan pergaulannya nggak bener. Udah ada janin dalam perut adikmu, lalu gimana?

Saling menyalahkan nggak bikin si jabang bayi hilang dengan ajaib. Segera cari waktu yang pas buat mempertemukan keluargamu dan keluarga pacar adikmu. Dengan kepala dingin, mulai susun solusi: kapan adikmu dinikahkan sama pacarnya, mereka bakal tinggal dimana, dan gimana soal biaya hidup mereka nanti. Banyak banget yang harus dipikirin daripada sekedar ngotot dan saling menyalahkan.

5. Bukan Soal ‘Aku’, Melainkan ‘Kita’
Dalam sebuah konflik keluarga, banyak pihak yang akan terlibat. Ada ayah, ibu, kakak, adik, bahkan suami atau istrimu. Pikirkan solusi yang bisa memuaskan semua orang. Nggak boleh memihak atau berat sebelah. Kamu nggak boleh merasa benar dan memilih jalan keluar yang pas buat dirimu sendiri.

6. Tanyakan Dirimu Sendiri ‘Mau Bahagia Atau Menjadi Benar?’
Pilih mana, solusi yang bisa membuat semua orang bahagia atau yang membuktikan bahwa kamu benar dan mereka salah?

Kalau kamu masih mati-matian ingin membuktikan bahwa kamu benar dan anggota keluarga kamu yang lain salah, kamu akan kesulitan memahami masalah dari sisi mereka. Bisa juga sulit untuk menentukan siapa yang salah dan yang benar. Kamu merasa adikmu salah dan kamu benar. Adikmu merasa kamu yang salah dan dia yang benar. Itu manusiawi banget.

Jadi, fokuskan pikiranmu buat menyelesaikan konflik, bukan bikin masalah baru dengan membahas siapa yang benar dan siapa yang salah.

7. Jadilah Orang Yang Gampang Diajak Bicara
Kamu bertengkar dengan ayahmu, lalu ngambek dan mengunci diri di kamar. Mau sampai kapan? Dengan bersikap seperti itu, masalahmu hanya akan berlarut-larut tanpa jalan keluar. Kamu dan ayahmu tetap harus duduk bersama.

Contoh yang nggak baik, nih…

Ayah: “Kak, ayah nggak suka kamu pulang subuh kayak kemarin”

Kamu: “Terus?”

Ayah: “Ya jangan diulangi lagi.”

Kamu: “Lah? Tapi, aku kan…Ah, terserah lah. Ayah emang nggak pernah ngerti.”

(balik masuk kamar dan nggak lupa membanting pintu)

Guys, jangan jadi orang yang keras dan susah diajak bicara. Komunikasi itu penting. Ayahmu mungkin nggak tau kalau kamu harus lembur mengerjakan skripsi atau mengantar temanmu ke rumah sakit. Ngobrol deh, please…

8. Musyawarah Untuk Mencapai Mufakat
Merupakan warisan nenek moyang, musyawarah termasuk budaya yang harus terus dijaga. Mulai dari level keluarga, RT, RW, hingga negara, musyawarah adalah cara yang digunakan untuk menyelesaikan masalah atau mengambil keputusan.

Dalam keluarga, musyawarah juga bisa jadi cara yang paling tepat untuk mengatasi konflik. Melalui diskusi yang panjang dan melibatkan semua anggota keluarga, akan didapat solusi untuk kepentingan bersama. Tentu saja, proses musyawarah harus mencapai kata mufakat, dimana semua anggota musyawarah setuju dengan hasil atau keputusan yang diambil.

9. Sadarilah, Kamu Dan Keluargamu Hanya Manusia Biasa
Manusia itu tempatnya salah dan dosa. Jadi, jika kata-kata suamimu menyakitkan atau menyinggung hatimu, sabar aja. Yakinlah kalau dia sebenarnya nggak berniat menyakitimu dan membuatmu menangis. Pikirkan bahwa kamu dan suamimu adalah dua orang baik yang sedang berada dalam masa sulit. Kamu mungkin cuma salah paham.

Sebaiknya, sama-sama belajar untuk lebih ikhlas menerima dan nggak saling menghakimi. Jika kamu bisa bersikap toleran ke suamimu, maka dia juga akan melakukan hal yang sama.

10. Memaafkan
Manusia emang punya kecenderungan sulit memaafkan. Kecewa atau sakit hati membuat kamu membentengi hatimu. Kamu merasa nggak adil kalau orang yang sudah berbuat salah itu dimaafkan dan nggak dihukum.

Sikap seperti itu nyatanya justru membuatmu semakin menderita. Kamu terus saja dihantui rasa marah dan benci. Alih-alih menyelesaikan konflik, udah pasti hidupmu sendiri nggak akan tenang. Percaya deh kalau jadi seorang pemaaf itu bikin segala sesuatu dalam hidupmu jadi lebih mudah.

11. Harus Punya Resolusi
Yup, konflik dalam keluarga sudah terselesaikan dengan baik. Semua kembali seperti semula dan baik-baik saja. Kamu berhasil. Tapi, tugasmu belum berhenti sampai disitu.

Renungkan kembali semua yang sudah terjadi. Runut ulang setiap kejadian. Kenapa masalah itu bisa muncul? Gimana rasanya saat semua keluarga sedang bersitegang? Lalu, masing-masing mulai menenangkan diri dan bicara. Akhirnya, kamu sampai di posisimu saat ini. Konflik keluargamu udah selesai.

Selanjutnya, mulailah membuat resolusi untuk hari esok. Apa yang bisa kamu lakukan agar konflik yang sama nggak terulang lagi? Coba pikirkan tentang apa yang harus diubah dan diperbaiki agar keluargamu bisa tetap baik-baik saja.

Mengalami konflik keluarga tentu bukan hal yang menyenangkan. Sebisa mungkin berusahalah untuk menyelesaikan masalah yang datang dengan bersikap dewasa. Semoga kamu dan keluargamu selalu berbahagia, ya…
sumber: Hipwee.com

Jangan Tunggu Datangnya Inspirasi: Ayo Gerak Sekarang Juga!

Jangan Tunggu Datangnya Inspirasi: Ayo Gerak Sekarang Juga!

Chuck Close, Pelukis

Selama ini, banyak orang yang selalu menjadikan ‘ketiadaan inspirasi’ dan ‘kondisi dan situasi yang tidak kondusif’ sebagai justifikasi untuk tidak menghasilkan karya. Padahal, apabila kita ingin menghasilkan suatu karya kita harus terus bergerak, terlepas dari ada tidaknya inspirasi. Jika tetap diam menunggu inspirasi, maka kita tidak akan menghasilkan karya dan tentu saja penghasilan juga tidak akan datang.

Selama ini banyak dari kita yang berpikir bahwa inspirasi hanya akan datang bila kita ada dalam mood yang bagus. Namun, banyak orang besar yang mengatakan bahwa inspirasi bukanlah hal yang terpenting. Seperti yang sudah di lansir oleh majalah hipwee.com, Ada tidaknya inspirasi, pekerjaan mereka tetap harus dituntaskan. Dalam Artikel ini saya akan mengajak kamu untuk memikirkan lagi tentang datangnya inspirasi sebagai sumber utama dari sebuah kreativitas.

Asalkan Konsisten Dan Disiplin, Kita Tetap Bisa Menghasilkan Karya Walau Inspirasi Belum Datang

Penulis Ceko Franz Kafka memiliki pekerjaan tetap sebagai pengacara untuk sebuah lembaga asuransi kecelakaan kerja. Ia bekerja dari pukul 08.30 pagi hingga 14.30 siang. Setelah bekerja, jadwalnya adalah makan siang dan tidur sampai pukul 19.30. Setelah itu dia akan makan malam bersama keluarganya, dan baru mulai menulis pada pukul 23.00 sampai beberapa jam sebelum ia tidur. Begitu terus ia lakukan seumur hidupnya. Jadwalnya tergantung pada waktu, bukan inspirasi.

Chuck Close, seorang pelukis Amerika beraliran fotorealisme, berpendapat bahwa inspirasi bukanlah sumber utama untuk menghasilkan suatu karya. Sama seperti Kafka, ia juga memiliki jadwal harian yang rutin untuk bekerja dan beraktivitas. Keadaan fisik yang mengharuskannya untuk memakai kursi roda juga bukan penghalang baginya untuk disiplin dan konsisten dalam menghasilkan karya.

Dengan adanya konsistensi, kita akan terbiasa untuk bekerja tanpa menunggu datangnya inspirasi. Karya yang telah kita mulai tidak akan terhenti di tengah jalan dengan alasan tidak ada inspirasi.

Meyakini Dan Sabar Bahwa Inspirasi Itu Akan Datang Apabila Kita Tetap Konsisten Bekerja

Ini adalah nasihat komposer Rusia Pyotr Ilyich Tchaikovsky (yang menggubah di antaranya Swan Lake dan The Nutcracker) di dalam suratnya pada patron seni-nya, Nadezhda Von Meck, di tahun 1878:
Tidak diragukan lagi, musisi genius harus bisa bekerja tanpa inspirasi. Inspirasi itu tak ubahnya seorang tamu yang tidak akan menanggapi undangan pertama yang kita layangkan padanya. Seniman yang menghargai dirinya sendiri harus selalu bekerja, dan tidak boleh melipat tangan hanya karena dia sedang berada dalam suasana hati yang tidak enak. Apabila kita bergantung pada suasana hati kita tanpa berusaha untuk memperbaikinya maka kita akan menjadi malas dan apatis. Kita harus sabar dan meyakini bahwa inspirasi akan datang pada mereka yang dapat mengendalikan diri mereka dan mengatasi keengganan dalam diri mereka.
Terlalu bergantung pada mood tidak akan membuat kita maju, justru malah menghambat kita. Memang, inspirasi seringkali baru datang ketika kita dalam mood yang bagus. Namun apabila terlalu menurutinya, kita akan terus mengulur waktu untuk berkarya.

Bebaskan Pikiranmu Dan Jangan Takut Untuk Membuat Karya Yang Tidak Sempurna

Banyak orang yang percaya pada inspirasi beralasan bahwa kreasi mereka akan memiliki tidak bagus apabila kerja mereka “dipaksakan”. Padahal, hasil yang menurutmu tidak bagus belum tentu bagi orang lain juga.

Jack White, mantan personil band The White Stripes, pernah mengatakan dalam salah satu wawancara bahwa setelah dirinya menulis lagu untuk albumnya, semua lagu gubahannya itu direkam — bahkan lagu yang menurutnya paling buruk sekalipun. Sepanjang karir musiknya, dia berhasil mendapatkan 8 piala Grammy.

Neil Gaiman, penulis novel “Stardust”, memberikan pesan bagi para penulis pemula untuk tidak takut menuliskan kalimat pertamanya pada selembar kertas — karena tidak ada orang yang peduli dengan draft pertama dari seorang penulis.
… Apabila draft pertama dari ceritamu dirasa masih perlu diperbaiki, kamu bisa memperbaikinya besok, lusa, kapan saja … Dan dalam beberapa bulan kedepan, ketika karyamu sudah jadi, kamu akan lupa paragraf mana yang kamu tulis karena datangnya inspirasi dan yang mana karena kamu paksakan.
“Berteman” Dengan Tenggat Waktu

Masih dikatakan oleh Jack White, “Tenggat waktu (deadline) membuatmu kreatif.” Jack White selalu menyewa studio hanya dalam jangka waktu selama 5 hari untuk menulis lagu dan rekaman. Dan dalam 5 hari tersebut, ia memaksakan dirinya untuk menulis lagu dan kemudian merekamnya.

Tenggat waktu membuat kita termotivasi untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai, akan berbeda hasilnya apabila kita tidak memberikan tenggat waktu bagi diri sendiri karena membuat kita cenderung menunda pekerjaan dan membuat kita tidak jadi menyelesaikannya.

Pada Dasarnya, Diri Kamu Sendiri Adalah Sumber Inspirasi Terbesar Bagi Dirimu

Kalau kamu masih merasa bahwa kamu membutuhkan inspirasi sebagai motivasi utama kamu, mungkin kamu harus melihat ke diri sendiri untuk menemukan inspirasi tersebut.

Tanpa harus berlibur keluar kota, luar negeri, atau menyewa kamar hotel, kamu masih bisa mendapatkan inspirasi dari diri sendiri. Kamu bisa mengambil pengalaman sehari-hari kamu, baju yang sedang kamu pakai, bahkan sarapan pagimu untuk dijadikan sebagai inspirasi.

Charles Bukowski menulis puisi tentang ini, yang berjudul Air and Light and Time and Space. Bunyi stanza terakhirnya adalah seperti ini:
baby, air and light and time and space
have nothing to do with it
and don’t create anything
except maybe a longer life to find
new excuses
for.
Sayang, udara dan cahaya dan waktu dan ruang
tidak ada hubungannya dengan ilham
dan tidak akan menghasilkan apapun
kecuali umur panjang
untuk menemukan alasan baru
untuk bermalas-malasan.
Yang artinya, dalam keadaan apapun dan dalam kondisi apapun, seharusnya kita tetap bisa berkarya. sumber: hipwee.com

9 Hal Ini Cuma Orang Pemalu Yang Ngerti

9 Hal Ini Cuma Orang Pemalu Yang Ngerti
Nggak nyaman kalau harus tampil atau presentasi di depan kelas? Atau, mendadak nggak bisa ngomong pas ketemu temen-temen baru? Nah, bisa jadi kamu emang terlahir sebagai pribadi yang pemalu, tuh. So, what?

Sifat pemalu emang biasa di cap negatif di masyarakat kita. Padahal, orang yang pemalu sebenarnya bukan sengaja menjauhkan diri dari orang lain. Tapi, makhluk yang satu ini emang punya cara berpikir yang sedikit beda dari kebanyakan orang. Pemalu nggak selalu negatif kok, justru mereka biasanya lebih pakai akal dan berhati-hati alias nggak ceroboh. seperti yang sudah di lansir oleh media hipwee.com. Di artikel ini, ada beberapa hal yang cuma dimengerti sama mereka para pemalu? Yuk, simak!

1. Nggak Nyaman Kalau Harus Satu Ruangan Sama Orang Yang Belum Dikenal

Social-Anxiety-Disorder
Ketika dalam situasi seperti ini, jalan keluarnya emang cuma satu, hadapi! Sekalipun sebenarnya kamu bakal males banget, tapi ini satu-satunya cara buat mengatasi ‘keanehan’-mu. Hal ini juga disampaikan oleh Lynne Henderson dari The Shyness Institute, Berkeley, California.

Menurut Henderson, orang pemalu biasanya cuma ragu-ragu sama apa yang pengen mereka sampaikan. Jadi, kuncinya adalah niat dan fokus. Harus niat cari satu atau dua orang buat diajak ngomong. Lalu, fokuskan pikiran buat menemukan topik yang emang kamu mau dan kira-kira mereka bakal tertarik.

2. Pemalu = Pendengar Yang Baik

pendengar yang baik
Yup, yang ini emang udah rumus banget, deh! Orang pemalu biasanya suka memperhatikan dan jadi pendengar yang baik. Alhasil, mereka adalah teman dan rekan kerja yang baik. Bukan berarti kalau orang pemalu itu telat mikir atau nggak bisa paham kondisi sosial ya, guys!

Profesor C. Barr Taylor dari Stanford University berpendapat kalau sifat pemalu itu justru jadi kelebihan tersendiri ketika kamu sering mengamati apa yang terjadi di sekitarmu.

3. Mikir Dulu Baru Ngomong

mikir dulu baru ngomong
Kebalikan sama orang cerewet yang suka ngomong nggak pakai mikir (upss!), orang pemalu biasanya mikir dulu sebelum ngomong. Entah karena takut kalau-kalau omongannya bisa melukai hati orang, takut lawan bicara nggak bisa menangkap maksutnya, atau takut becandaan-nya dibilang garing.

Yang pasti, orang pemalu emang super hati-hati dan kebanyakan mikir. Bagus sih, tapi serba over itu tetep nggak baik, guys! Jadi, kalau kamu kebanyakan merasa takut atau kebanyakan mikir, hasilnya cuma… capek deh!

4. Sebel Nggak Sih Kalau Dibilang Introvert?

sebel kalau dibilang introvert
Sering kali pemalu sama introvert itu dianggap sama. Padahal, orang pemalu nggak selalu introvert, begitu juga sebaliknya. Mereka yang introvert itu lebih bersemangat ketika sendirian dan justru jadi males kalau harus ketemu banyak orang. Kalau orang pemalu sih seneng-seneng aja ketemu banyak orang tapi biasanya dia jadi pendiam dan sedikit nggak nyaman.

5. Anti Banget Sama Kata-Kata “Ngomong Donk!”

haya
Well, dua kata itu emang momok banget buat mereka yang pemalu. Mungkin si pemalu bakal jawab dalam hati,

“Aku sebenernya juga pengen ngomong, tapi nggak bisaaaaaaaaa… Aku nggak bisa!”

Tapi, Henderson juga menjelaskan bahwa sikap pendiam ini sebenarnya juga bisa bermanfaat, lho. Misalnya, ketika si pemalu ‘terpaksa’ harus memimpin sebuah kelompok atau bahkan jadi bos. Orang pendiam cenderung bisa menciptakan suasana kerja yang tenang dan teratur, sekaligus membuat orang lain bersikap segan dan hormat. Jarang-jarang ‘kan liat bos yang cerewet kayak petasan banting?

6. Nggak Mau Didikte

nggak mau didikte
Sekalipun pemalu, mereka nggak mau didikte, disuruh-suruh atau bahkan dipaksa buat berubah jadi nggak pemalu. Hal ini justru bisa bikin mereka makin sebel. Seperti yang udah dibahas di poin sebelumnya, bisa jadi seseorang itu pemalu sekaligus introvert.

Jadi, mungkin aja mereka emang nggak butuh berubah dan diterima di lingkungan sosial. Mereka cuma butuh sendiri!

7. Mau Jadi Pemimpin? Bisa Kok, Tapi Buktikan!
pemalu juga bisa jadi pemimpin

Orang pemalu sekaligus pendiam ibarat harus kerja ekstra buat bisa menonjol, di tempat kerja misalnya. Pasalnya, nggak banyak yang tau kemampuan dan kepemimpinannya. Tapi, ketika udah berada di posisi pemimpin, mereka bisa jadi luar biasa.

Hmm.. tau nggak kalau politisi Abraham Lincoln, ikon Hollywood Audrey Hepburn dan Johnny Carson itu semuanya pendiam?

8. Nggak Mau Disorot
nggak mau disorot

Satu lagi kelebihan para pemalu, yaitu jadi idola di tempat kerja. Pasalnya, orang pemalu bisa mengendalikan sifat pribadi mereka sehingga bisa tetep cool di depan banyak orang, terutama kalau jadi pemimpin.

Nah, atas dasar itu juga orang pemalu biasanya lebih banyak bekerja daripada show off soal kemampuan mereka. Yang seperti ini bisa jadi aset buat perusahaan, lho! Orang pemalu bekerja dan memimpin dari belakang, bukan karena ingin disorot dan dapat pujian, tapi karena mereka peduli.

9. Orang Lain Mengira Kalau Kamu Bukan Pemalu
pemalu tapi tetep oke

Sama kayak sifat-sifat manusia lainnya, sifat pemalu juga punya plus minus. Intinya, gimana cara memanfaatkan sifat pemalu itu buat dirimu sendiri. Sekalipun lebih banyak yang berpikir kalau pemalu itu negatif, kenyataannya nggak gitu banget, kok!

Terbiasa merasa grogi, orang pemalu lebih bisa menenangkan mereka yang punya masalah serupa. Bernardo Carducci dari Indiana University menjelaskan bahwa kelebihan orang pemalu adalah pribadi yang nggak pernah berubah. Tapi, mereka merubah cara berpikir dan perlahan membuat perubahan dalam perilakunya. sumber:hipwee.com
ad size ad size
ad size ad size
ad size ad size